Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Proses Pembuatan Kain Tenun Cag Cag Desa Sembiran Cukup Rumit, Gunakan Alat Tradisional Seperti Ini

I Putu Mardika • Minggu, 11 Februari 2024 | 16:55 WIB
ALAT TRADISIONAL: Proses pembuatan kain tenun Cag Cag di Desa Sembiran cukup rumit karena menggunakan alat-alat tradisional.
ALAT TRADISIONAL: Proses pembuatan kain tenun Cag Cag di Desa Sembiran cukup rumit karena menggunakan alat-alat tradisional.

BALI EXPRESS - Produksi kain tenun di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali masih lestari.

Uniknya, kain tradisional ini diproduksi dari alat tradisional bernama cag cag yang notabene sebagai alat tenun bukan mesin (ATBM).

Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan tenun cag cag cukup rumit, hampir sama dengan proses pembuatan tenun lainnya.

Dalam proses pembuatan, kain tenun cag cag memiliki tahapan seperti ngelinying.

Baca Juga: Termasuk Jenis Kain Tertua di Bali, Tenun Cag Cag Desa Sembiran Memiliki Banyak Motif

Ngelinying merupakan proses awal untuk merapikan benang dengan menggunakan alat undar, yang akan dimasukkan ke alat kecil yang disebut pelenting.

Selanjutnya adalah nganyinin. Proses ini membutuhkan alat yang lebih lebar terbuat dari kayu yang digunakan untuk merapikan benang agar tidak kusut.

Kemudian dilanjutkan dengan nyuntik, yaitu memasukkan benang ke dalam alat serat menggunakan alat tenun.

Tahapan berikutnya adalah nyasah yang berfungsi untuk mengurutkan benang-benang yang sudah dimasukkan ke dalam serat sehingga sesuai dengan motif.

Proses terakhir adalah nuduk bunga yang dilanjutkan dengan menenun. Nuduk bunga adalah proses untuk pembuatan motif.

Arijaya menambahkan, ada sejumlah komponen dari tenun cag-cag.  Di antaranya Pandalan, adalah alat yang dipakai guna pandalan dan melakukan penggulungan benang lungsi pada bagian muka. 

Kemudian Gehun, digunakan untuk meluruskan benang lungsi.

Bungbung dipakai untuk membuat jalur memudahkan untuk memasukkan benang pakan atau memberi batasan akan benang tenunan bawah serta atas.

Peletletan adalah alat yang digunakan untuk memegang benang gehun. Belide digunakan untuk mengeratkan benang pakan yang telah dimasukkan. 

Serat, tempat masuknya benang lungsi agar benang rapi. Apit, digunakan sebagai alat melakukan penggulungan kain yang telah jadi.

Selanjutnya Por, digunakan untuk menahan pinggang penenun.

Likah, merupakan alat yang dibuat dari batangan kayu.

Ada pula cag cag, merupakan alat yang digunakan untuk menopang pandalan.

Tundak, alat yang dimasuki lihingang. Lihingang adalah alat yang dipakai guna menggulung benang pakan yang nanti dimasukkan di tundak.

Editor : Nyoman Suarna
#cag cag #proses #tenun #kain #Rumit #Pembuatan #Alat Tradisional