Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Digelar tiap 9 Tahun, Ini Tujuan Upacara Usaba Gede di Pura Segara Bulakan Desa Datah Karangasem Bali

I Putu Mardika • Selasa, 20 Februari 2024 | 16:10 WIB
USABA GEDE: Upacara Usaba Gede di Pura Segara Bulakan, Desa Datah, Karangasem, Bali digelar setiap 9 tahun sekali memiliki tujuan tertentu.
USABA GEDE: Upacara Usaba Gede di Pura Segara Bulakan, Desa Datah, Karangasem, Bali digelar setiap 9 tahun sekali memiliki tujuan tertentu.

BALI EXPRESS - Desa Datah, Karangasem, Bali hingga kini masih mewarisi tradisi Usaba Gede yang dilaksanakan di Pura Segara Bulakan.

Upacara Usaba Gede dilaksanakan 9 tahun sekali, dengan rangkaian prosesi upacara yang cukup panjang dan memakan waktu selama 6 hari.

Upacara dilakukan dengan nuur Ida Bhatara di enam pura pamaksan.

Tokoh masyarakat Desa Datah, Ketut Seken menjelaskan, saat upacara Usaba Gede, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk nawur sesangi (membayar khaul).

Upacara yang juga disebut Mesesapuh, Munggah Canang, Pemiosan, dan Pemiosan Pengayuan Nyengjangang ini tidak ditemukan di tempat lain

“Pelaksanaan upacara Usaba Gede di Pura Segara Bulakan Desa Adat Datah merupakan momen untuk mengucapkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta Ida Bhatara, karena kami bisa hidup rukun, harmonis dan sejahtera,” ungkap Ketut Seken.

Hal ini tercermin dalam mantram pada rangkaian upacara Usabha Gede yaitu upacara Nyangjangang yang berbunyi : “Pakulun paduka Bhatara Kala Sakti, ingon-ingon Bhatara sami, iki manusan Ida angaturekan tadah saji. Pada enak sira amukti saji iki muwang tetabuhan toya anyar, sajeng mentah, sajeng rateng. Enak sira amuki, huwus amukti atulung rahayu ring sang madue karya muwang ring para krama sami. Aja sira hanyeng kala-hanyeng kali menusaning hulun same sempurna dirgeyusa paripurna ya namah.”

Baca Juga: Dua Pemuda di Buleleng Bali Sikat Sepeda Motor Tetangga, Satu Pelaku Residivis

Tujuan dari upacara Usabha Gede adalah untuk meminta keselamatan/kerahayuan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Bhatara/ Bhatari.

Upacara ini disusul dengan Nyangjangang yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur serta meluapkan rasa kegembiraan masyarakat desa.

Kegembiraan tersebut diwujudkan dengan adanya tari–tarian yang dibawakan oleh masyarakat desa sambil bersorak-sorai dan saling melempar sesajen atau sarana upacara yang disebut dengan Banten Penyangjangan.

Dijelaskan Ketut Seken, dalam upacara Usaba Gede masyarakat desa mempercayai bahwa Ida Bhatara/Bhatari yang berstana di Pura Segara Bulakan memberikan kerahayuan serta keselamatan bagi penduduk desanya.

Baca Juga: Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Goa Jepang di Klungkung Terkesan Tak Terurus

“Kami mempercayai dan meyakini bahwa Ida Bhatara/Bhatari yang beristana di Pura Segara Bulakan dapat memberikan kerahayuan serta keselamatan kepada kami," akunya.

Adapun yang berstana di Pura Segara Bulakan, lanjutnya, adalah Ida Sedahan, Ida Manik Mas, Dewata Nawa Sanga, Bhatara Suara, Ida Ratu Bagus Maha Muter, Ida Ratu Ayu, Ida Ratu Bagus Manik Segara, Ida Bhatare Gede Ring Bulakan.

Masyarakat Desa Adat Datah sangat meyakini bahwa pelaksanaan upacara Usaba Gede merupakan ungkapan rasa syukur atas kesuburan dan kesejahteraan bagi krama Desa Datah.

Ia menambahkan, keberadaan Pura Segara Bulakan tidak terlepas Babad Arya Kanuruhan yang menyebutkan bahwa Pura Bulakan ini adalah Pura Puseh.

Pura ini dibangun saat adanya perpindahan penduduk ke Desa Datah, sehingga pura ini menjadi catur lawanya Desa Adat Datah.

“Upacara Usabha Gede di Pura Segara Bulakan bertujuan untuk menyeimbangkan alam semesta yang ada di Desa Adat Datah sehingga terjadi keserasian antara parahyangan, palemahan dan pawongan,” paparnya. ***

Editor : Nyoman Suarna
#pura segara bulakan #bali #upacara #usaba gede #desa datah #tujuan #karangasem