Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sepuluh Macam Canang sebagai Sarana Upacara Agama Hindu Berikut Fungsinya, yang Terakhir untuk Memohon Kekuatan

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 21 Februari 2024 | 17:02 WIB
CANANG : Salah satu canang yang digunakan umat Hindu dalam melaksanakan yadnya. Ada sepuluh macam canang yang memiliki fungsi berbeda.
CANANG : Salah satu canang yang digunakan umat Hindu dalam melaksanakan yadnya. Ada sepuluh macam canang yang memiliki fungsi berbeda.

BALI EXPRESS – Saat melaksanakan yadnya umat Hindu tidak lepas dari upakara. Salah satu upakara atau sarana dalam beryadnya yang sering digunakan adalah canang.

Sepintas canang hanya terdiri dari satu jenis, tetapi sebetulnya canang tersebut terdiri dari berbagai macam, sesuai tempat dan fungsi nya.

Canang yang paling lumrah digunakan adalah Canang Sari.

Penyuluh Agama Hindu, Ni Luh Putu Deny Purwanti, menerangkan, Canang Sari merupakan sarana upakara yang paling inti saat melaksanakan persembahyangan.

Disebut paling inti, lantaran dalam upakara apapun selalu berisi Canang Sari.

“Selain digunakan sebagai sarana persembahyangan bagi umat Hindu, Canang Sari juga sebagai lambang angga sarira maupun kehidupan. Bentuknya pun mengikuti fungsinya, sesuai dengan pelaksanaan yadnya,” paparnya.

Deny menerangkan, selain Canang Sari juga ada Canang Genten. Canang Genten memiliki sodan, sebab dalam pelaksanaan yadnya kerap digunakan untuk menghaturkan soda. 

Jadi fungsi Canang Genten adalah sebagai sarana untuk memohon anugerah keremajaan.

“Canang Genten sering digunakan saat upacara manusa yadnya, seperti potong gigi, pernikahan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Jenis canang yang ketiga adalah Canang Pasucian. Dari segi bentuk sangat berbeda dengan Canang Sari. Lantaran berupa jejahitan ceper berbentuk segi empat.  Biasanya digunakan sebagai sarana pembersihan rohani.

Keempat adalah Canang Gantal. Bentuknya sama dengan Canang Pesucian. Hanya saja di tengahnya terdapat base.

Canang Gantal memiliki fungsi untuk memohon anugerah kedamaian ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Kelima terdapat Canang Pengrawos, dimana canang ini dipergunakan untuk memohon kehadapan Tuhan mencapai ketenangan atau kesejukan jiwa.

 “Canang Pengrawos sebagai sarana untuk memohon ketenangan hati untuk  mencapai kedamaian. Biasanya digunakan pada saat rapat, melasti, hingga upakara pengajuman,” beber Deny.

Keenam ada Canang Tubungan yang tidak jauh beda dengan Canang Pengerawos.

Canang Tubungan merupakan simbol permohonan umat ke hadapan Sang Hyang Widhi agar diberi anugerah kekuatan.  “Biasanya dipergunakan pada saat upacara pemendakan maupun pasupati,” imbuhnya.

Ketujuh adalah Canang Raka. Sesuai namanya, Canang Raka dilengkapi dengan raka, yaitu buah-buahan.

Canang ini memiliki makna sebagai Panca Yadnya, khususnya upakara pepranian, maupun saat piodalan berlangsung.

Kedelapan adalah Canang Pengengkep, memiliki fungsi sebagai sarana permohonan ke hadapan Sang Hyang Widhi supaya diberi nugerah taksu maupun kewibawaan.

Canang ini kerap dipergunakan untuk upacara gong, wayang, topeng dan lainnya yang bersifat sakral.

Kesembilan adalah Canang Saraswati, yaitu  memiliki fungsi untuk permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberkati kesidhian.

Salah satunya digunakan pada saat Hari Suci Saraswati maupun saat melaksanakan upacara mejaya-jaya, agar ilmu yang dipelajari dapat digunakan dengan baik.

Sedangkan jenis canang yang kesepuluh adalah Canang Tadah Sukla. Canang ini merupakan sarana untuk memohon kekuatan pada bhuana agung maupun bhuana alit. Mulai dari kekuatan Satyam, Siwam dan Sundaram.  ***

Editor : Nyoman Suarna
#canang #memohon #upacara #fungsi #Kekuatan #hindu #Sarana