BALI EXPRESS - Pura Tirta Empul, sebuah tempat suci Hindu yang memesona di Tampaksiring, Gianyar, Bali, memiliki dua pancuran yang dilarang untuk digunakan dalam prosesi malukat.
Mengapa kedua pancuran ini dilarang digunakan saat melukat, dan apa rahasianya?
Menurut pemaparan Jero Mangku Wenten, seorang pemangku Pura Tirta Empul, kedua pancuran tersebut, Tirta Pengentas dan Tirta Pabersihan.
Kedua tirta tersebut, memiliki peran yang sangat khusus dalam upacara Pitra Yadnya (salah satu dari lima yadnya yang dilaksanakan umat Hindu Bali).
Sejak zaman dahulu kala, mereka dipercayai memiliki kekuatan yang tak terduga, yang jika digunakan dengan tidak benar dapat membawa konsekuensi serius.
Para pamedek yang mengunjungi pura ini untuk merasakan keajaiban malukat, diminta untuk mematuhi larangan tersebut dengan sungguh-sungguh.
Sebuah kesalahan kecil dalam penggunaan dua pancuran terlarang ini bisa mengakibatkan upacara menjadi tidak efektif atau bahkan membawa kesialan.
Namun, apa yang membuat kedua pancuran ini begitu istimewa sehingga dilarang untuk digunakan dalam malukat?
Beberapa cerita dari para pemuka agama setempat menyebutkan bahwa kedua pancuran ini memiliki koneksi langsung dengan dunia gaib, dan penggunaannya harus diatur dengan hati-hati oleh para pendeta yang berpengalaman.
“Bila benar benar karena ketidaktahuan, dua tirta tersebut ternyata digunakan malukat, tidak masalah. Namun, kalau sudah tahu sebaiknya jangan. Sebab, itu khusus untuk Panca Maha Bhuta yang akan dikembalikan ke asalnya,” jelas Jero Mangku Wenten.
Sementara itu, warga sekitar Pura Tirta Empul turut memberikan pendapat mereka tentang kedua pancuran tersebut.
Sebagian dari mereka percaya bahwa larangan tersebut berasal dari kebijaksanaan leluhur yang ingin menjaga kesucian dan kekuatan spiritual pura.
Agus Bawa, salah satu pamedek yang telah merasakan keajaiban malukat di Pura Tirta Empul, berbagi pengalamannya.
Meskipun penasaran, dia mematuhi larangan tersebut dan merasa bahwa ketaatan terhadap tradisi adalah kunci untuk merasakan keberkahan yang sejati.
Keberadaan dua pancuran terlarang ini semakin menambah aura misteri dan kekaguman terhadap Pura Tirta Empul.
Bagi banyak pengunjung, rahasia di balik larangan tersebut menjadi titik fokus penasaran dan ketertarikan yang mendalam.
Sementara itu, para pemuka agama dan pemangku adat terus menjaga tradisi dan kepercayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Mereka yakin bahwa dengan menghormati larangan-larangan tersebut, keberkahan dan keajaiban pura akan terus mengalir untuk generasi mendatang.
Sebagai salah satu peninggalan budaya yang penuh dengan misteri dan kebijaksanaan spiritual, Pura Tirta Empul terus memikat hati dan pikiran para peziarah yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Dan sementara rahasia kedua pancuran terlarang masih menjadi misteri, keberadaan mereka menjadi bagian integral dari warisan spiritual yang kaya dan tak ternilai harganya. ***