Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perkawinan Unik Hindu Bali: Mengungkap Sarana Bebantenan di Upacara Perkawinan Endogami Desa Tenganan Pegringsingan

I Putu Mardika • Sabtu, 16 Maret 2024 | 16:05 WIB

 

Upacara perkawinan endogami masih bertahan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali
Upacara perkawinan endogami masih bertahan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali

BALI EXPRESS - Upacara perkawinan endogami di Desa Tenganan Pegringsingan, Bali, memiliki keunikan tersendiri, termasuk dalam hal sarana bebantenan yang digunakan. Bebantenan adalah sarana upacara yang dibutuhkan umat Hindu di Bali. 

Dari Banten Wakul hingga Banten Caniga, setiap saran memiliki cerita dan makna tersendiri. Banten Wakul, misalnya, tidak hanya sekadar wadah bambu besar, tetapi juga berisi berbagai simbol seperti beras, pisang kayu mentah, hingga uang kepeng, semuanya disusun dengan teliti.

Menurut Ketut Sudiastika, Kepala Desa Tenganan Pegringsingan, penggunaan sarana-sarana tersebut tak hanya ritual kosong, tetapi mengandung makna mendalam bagi masyarakat setempat.

Bahkan, ada yang disebut "Banten Masumbahin" yang terdiri atas beragam benda simbolis, termasuk uang kepeng dan benang, yang semuanya diikat dengan benang tridatu, melambangkan kesatuan dan keharmonisan.

Namun, tak hanya itu, upacara perkawinan endogami di desa tersebut juga terkenal dengan sistem sosial yang ketat.

Krama Desa Tenganan Pegringsingan masih memegang teguh tradisi endogami, di mana pria dari desa tersebut diarahkan untuk menikahi gadis-gadis dari Tenganan juga. Melanggar aturan ini berarti berhadapan dengan sanksi sosial.

Terkait dengan waktu pelaksanaan, ada kriteria khusus yang harus dipenuhi, di antaranya adalah hari dan bulan tertentu sesuai dengan tradisi lokal.

Pelanggaran terhadap hal ini bisa menimbulkan kecurigaan, seperti yang disebutkan oleh prajuru desa, yang bisa berujung pada konsekuensi serius.

Dengan semua kekayaan tradisi dan misteri yang terkandung di baliknya, upacara perkawinan endogami di Desa Tenganan Pegringsingan terus menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin menggali lebih dalam tentang kekayaan budaya Bali yang otentik.

Berikut beberapa contoh sarana bebantenan sederhana yang umum digunakan dalam pernikahan endogami di Tenganan Pegringsingan:

1. Banten Wakul:

2. Banten Masumbahin:

3. Banten Tabuh:

4. Banten Caniga:

Baca Juga: Pura Dang Khayangan Jati Jembrana, Salah Satu Tempat Suci Hindu di Bali: Jejak Mistis Tapak Dang Hyang Nirartha

Informasi Tambahan:

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #unik #upacara #Banten #Tenganan #hindu #tradisi #perkawinan