Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Mepajar di Desa Sumerta: Rahasia dan Keindahan Tarian Rangda dan Urutan Prosesinya

I Putu Mardika • Rabu, 20 Maret 2024 | 16:18 WIB

Tradisi Mepajar serangkaian menetralisir energi negatif, Desa Adat Sumerta, Denpasar (ist)
Tradisi Mepajar serangkaian menetralisir energi negatif, Desa Adat Sumerta, Denpasar (ist)

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tradisi Mepajar merupakan ritual sakral yang hanya boleh dilakukan oleh Jro Mangku Tapakan Ratu Ayu di Pura Batur Sumerta, Denpasar, Bali.

Salah satu ritual Hindu Bali ini diawali dengan persembahyangan bersama dan persiapan upakara oleh para Serati.

Jro Mangku Tapakan Ratu Ayu menari Rangda Putih dan diikuti oleh para Sadeg.

Ritual ini diiringi oleh gambelan dan para penari mengalami kerawuhan. Atraksi Mepajar berlangsung selama 15 menit dan diakhiri dengan penyimpenan Ratu Ayu.

Baca Juga: Tradisi Mepajar di Pura Batur Sumerta: Tradisi Hindu Bali dalam Menjaga Keseimbangan Alam Semesta

Setelah Mepajar, dilanjutkan dengan Upacara Pedatengan yang diisi dengan berbagai ritual, seperti menari Pependetan, Pemendakan, dan adu tingkih lawan telor. Upacara Pedatengan diakhiri dengan ngaturang Kawas.

Tradisi Mepajar dan Upacara Pedatengan merupakan bagian penting dari Upacara Piodalan di Pura Batur Sumerta. Ritual ini melambangkan keseimbangan alam semesta dan keselamatan bagi masyarakat Desa Sumerta.

Menurut I Made Ariawan Payuse, Bendesa Adat Sumerta, para Pemangku Tapakan memiliki tanggung jawab khusus dalam menyelenggarakan upacara ini.

Mereka bukan hanya mempersiapkan upakara dan kostum yang indah, tetapi juga memiliki keistimewaan untuk menari sebagai Rangda, perwujudan dari Pralingga Ida Betara.

"Yang Mepajar atau menarikan Rangda adalah sebuah kehormatan yang hanya diberikan kepada Jro Mangku yang menjalankan tugas sebagai Pemangku Tapakan," ungkapnya.

Tarian Mepajar bukan sekadar sebuah pertunjukan seni biasa.

Melalui ritme suara gambelan, penari Rangda dan para pengiringnya merasakan Kerawuhan yang menyentuh dimensi spiritual.

Aura keangkeran dan kecantikan tarian ini mengundang decak kagum dari para penonton.

"Setiap gerakan menari memancarkan kekuatan dan kecantikan yang menggugah hati," tambah I Made Ariawan Payuse.

Sementara upacara Mepajar menjadi sorotan utama, rangkaian acara kemudian melanjutkan dengan Upacara Pedatengan, di mana kekayaan budaya Bali terus mempesona.

Dari tarian Pependetan hingga adu tingkih lawan telor sebagai simbol tabuh rah, keseluruhan upacara menghadirkan keindahan yang tak terlupakan.

Dengan berakhirnya upacara, para Pemangku Pura Batur Sumerta dan para pemangku dari pura-pura lainnya melanjutkan perjalanan mereka dengan penuh kebanggaan, membawa serta warisan budaya yang telah hidup selama berabad-abad.

Mepajar bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga sebuah keajaiban yang mengikatkan Bali dengan keindahannya yang tak terlupakan.

Urutan Prosesi Ritual Mepajar di Pura Batur Sumerta:

Persiapan:

  1. Menghanturkan Banten Ayaban: Warga pengempon Pura Batur dan para Pemangku dari pura-pura di Desa Sumerta melakukan persembahyangan bersama.
  2. Persiapan Upakara: Para Serati mempersiapkan upakara yang diperlukan untuk ritual Mepajar.
  3. Pengrasukan: Jro Mangku Tapakan Ratu Ayu bersiap-siap untuk menarikan Pralingga Ida Betara berupa Ratu Ayu tapakan berbentuk Rangda Putih dengan mengenakan pakaian lengkap.
  4. Pergantian Pakaian: Jro Mangku Tapakan Ratu Ayu berganti pakaian untuk menari Rangda.

Pelaksanaan Ritual:

  1. Memulai Mepajar: Setelah semua persiapan selesai, tradisi Mepajar dimulai.
  2. Menari Rangda: Jro Mangku Tapakan Ratu Ayu menarikan Rangda Putih.
  3. Kerawuhan: Ketika ritme gambelan menyentak-nyentak dan berirama keras, penari Rangda dan para Sadeg (pepatih) mengalami kerawuhan.
  4. Tarian Sadeg: Para Sadeg melakukan tarian "ngunying" atau "ngurek" dengan menusuk diri mereka dengan keris.
  5. Menyadar: Atraksi Mepajar berlangsung selama 15 menit, dan setelahnya para penari dibantu untuk sadar.
  6. Penyimpanan Ratu Ayu: Setelah dihaturkan Saji penyimpenan, Ratu Ayu atau Pelawatan Rangda disimpan.
 
 
Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #mesolah #rangda #hindu #Prosesi #tradisi