Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Keunikan dan Ciri Khas Umat Hindu Bali di Desa Sidetapa Buleleng: Tidak Menganut Konsep Tri Murti

I Putu Mardika • Selasa, 26 Maret 2024 | 18:12 WIB

Tokoh Desa Sidatapa, I Wayan Wireyasa (kiri) dan kegiatan adat dalam ritual Hindu Bali di Sidetapa
Tokoh Desa Sidatapa, I Wayan Wireyasa (kiri) dan kegiatan adat dalam ritual Hindu Bali di Sidetapa

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Umat Hindu di Bali dikenal dengan konsep Tri Murti yang diajarkan oleh Mpu Kuturan, namun di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, konsep ini berbeda.

"Desa Sidetapa tidak mengenal Tri Murti, melainkan Catur Kahyangan," ujar Tokoh Desa Sidetapa, I Wayan Wireyasa.

Desa ini memiliki empat pura utama: Pura Puseh Pejana, Pura Munduk, Pura Rambut Tunggang, dan Pura Bale Agung.

Pura Munduk, yang berada di bukit timur Desa Sidetapa, dipersembahkan kepada Dewa Ayu Mas Mangraronce, yang diyakini sebagai penguasa kesuburan tanaman pala.

"Setiap piodalan, banten yang dipersembahkan berupa banten Bali Taksu dan hasil panen buah-buahan," jelasnya.

"Pura Rambut Tunggang, di sebelah timur laut Desa Sidetapa, merupakan tempat pemujaan Rsi Markandeya, tokoh pemimpin masyarakat Bali Mula," ungkapnya.

Mitos masyarakat setempat mengisahkan tentang pesan Rsi Markandeya untuk selalu menjunjung tinggi ajaran-ajarannya, yang diwujudkan dengan meletakkan rambutnya di pohon besar, lalu menjadi Pura Rambut Tunggang.

"Desa Sidetapa tidak memiliki Pura Dalem di setra, dan pemakaman dilakukan di setra dengan memberikan bekel dan banten Bali Taksu," ungkap Wireyasa.

Menurut Wireyasa, hal ini merupakan kebijakan leluhur karena Pura Bale Agung di desa sudah sangat lengkap, yang dikenal dengan Ngubeng.

Tidak itu saja. Saat Hari Raya Galungan juga ada perbedaan mencolok dengan umat Hindu Bali di tempat lain. 

"Saat perayaan Galungan dan Kuningan, warga Sidetapa tidak memasang penjor, karena sudah memiliki pelangkiran di dalam rumah adat yang digunakan sebagai palinggih Sang Hyang Kumara," kata Wireyasa.

"Buah-buahan juga dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa penguasa tumbuhan, Jeng Bala-Bulu," tambahnya.

Berikut Beberapa Keunikan umat Hindu di Desa Sidetapa Buleleng: 

Menapaki Jejak Catur Kahyangan:

  • Pura Puseh Pejana di barat desa.
  • Pura Munduk di timur desa, memuja Dewi Laksmi, dewi kesuburan.
  • Pura Rambut Tunggang di utara desa, tempat pemujaan Rsi Markandeya.
  • Pura Bale Agung di tengah desa, pusat spiritual Sidetapa.

Menyelami Makna Pura Rambut Tunggang:

  • Didirikan untuk menghormati Rsi Markandeya, pemimpin Bali Mula.
  • Menyimpan rambut Rsi Markandeya sebagai simbol ajaran dan kesetiaan.
  • Mencerminkan perjalanan spiritual masyarakat Sidetapa.

Baca Juga: Upacara Ngusaba Gede Lanang Kapat: Tradisi Unik Hindu Bali Mulai dengan Nyejep hingga Ngelungang

Tradisi Unik Desa Sidetapa:

  • Tidak memiliki Pura Dalem di setra.
  • Melakukan Ngubeng di Pura Bale Agung untuk menghormati leluhur.
  • Tidak memenjor saat Galungan dan Kuningan, karena memiliki pelangkiran di rumah adat.

Lebih dari Sekadar Desa:

  • Sidatapa menawarkan pengalaman spiritual autentik bagi para pengunjung.
  • Pengunjung dapat mempelajari tradisi leluhur, merasakan atmosfer desa yang tenang, dan mendalami spiritualitas yang unik.

Demikianlah kekhasan Desa Sidetapa dengan konsep Catur Kahyangan dan tradisi uniknya yang masih dijaga dengan kokoh oleh masyarakat setempat.  ***

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#catur kahyangan #bali #penjor #Tri Murti #sidetapa #Rsi Markandeya #hindu #pura #dewi laksmi #galungan #buleleng