KARANGASEM, BALI EXPRESS - Pura Agung Besakih, yang berlokasi di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, telah lama menjadi pusat ritual dan keagamaan bagi umat Hindu di Bali.
Dengan struktur yang terbagi menjadi dua kompleks, yaitu Soring Ambal Ambal dan Luhuring Ambal-Ambal, pura ini memancarkan keindahan spiritual yang memikat.
Kompleks Luhuring Ambal-Ambal menawarkan serangkaian pura yang mengagumkan yang terdiri dari 7 pura.
Yakni Pura Kiduling Kreteg, Pura Batu Madeg, Pura Gelap, Pura Penataran Agung Besakih, Pura Pengubengan, Pura Peninjoan, dan Pura Tirtha.
Setiap pura memiliki keunikan dan makna mendalam dalam tradisi Hindu Bali.
Dalam konsep Luhuring Ambal-Ambal di Pura Agung Besakih, kawasan Pura Penataran Agung Besakih menonjol sebagai pusat utama dalam kompleks pura tersebut.
Di area Pura Penataran Agung Besakih, terdapat banyak pelinggih yang menghiasi. Namun, pelinggih utama di kompleks tersebut adalah Padma Tiga, yang secara umum dijadikan sebagai tempat utama penyembahan bagi Hyang Siwa.
Pada Padma Tiga, upacara pujawali diadakan setiap Purnamaning Sasih Kapat, yang dikenal sebagai Ngusaba Kapat.
Banyak umat Hindu dari berbagai latar belakang dan wilayah datang ke Pura Penataran Agung untuk menyatakan penghormatan dan kesetiaan mereka kepada Tuhan dengan aspeknya sebagai Sang Hyang Tri Purusa.
"Pura Penataran Agung Besakih tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial yang vital. Hal ini membuatnya menjadi pusat pura yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari umat Hindu di Bali," ungkap pengurus Pura Besakih, Jero Mangku Suyasa.
Pura Kiduling Kreteg:
- Terletak di selatan Pura Penataran Agung Besakih.
- Digolongkan dalam Pura Catur Dala untuk memuja Dewa Brahma.
- Piodalan setiap Anggara Wage Wuku Dungulan.
- Upacara Aci Penyaeb Brahma setiap Purnama Sasih Kaenem.
Pura Batu Madeg:
- Terletak di utara Pura Penataran Agung Besakih.
- Peninggalan Megalitikum dengan batu tegak (menhir).
- Pelinggih utama Meru tumpang solas sebagai sthana Dewa Wisnu.
- Mengingatkan umat untuk menjaga lahan pertanian.
Pura Gelap:
- Pura Catur Dala untuk memuja Dewa Iswara.
- Berasal dari bahasa Bali Kuno yang berarti petir atau kilat.
- Piodalan setiap Purnama Sasih Karo.
- Upacara Aci Pangenteg Jagat untuk memohon keselamatan alam semesta.
Pura Penataran Agung Besakih:
- Pusat Pura Besakih.
- Pelinggih utama: Padma Tiga, tempat pemujaan Hyang Siwa.
- Piodalan: Purnamaning Sasih Kapat (Ngusaba Kapat).
- Simbol pusat spiritual dan sosial umat Hindu Bali.
Pura Pengubengan:
- Terletak paling jauh dari Pura Penataran Agung.
- Tempat pemujaan Naga Taksaka dan Ida Bethara Gunung Agung.
- Simbolisasi gerakan udara dan angkasa.
- Tempat menyaksikan prosesi yadnya di Pura Besakih.
Pura Peninjoan:
- Di barat laut Pura Penataran Agung.
- Dibangun untuk mengenang Mpu Kuturan, arsitek Pura Besakih.
- Tempat pemujaan Dewa Sangkara dan Mpu Kuturan.
- Simbol introspeksi dan pencerahan spiritual.
Pura Tirtha:
- Terletak di tepi sungai, jauh di hulu.
- Tempat pemujaan Dewa Sambhu.
- Sumber air tirtha untuk pujawali di Pura Besakih.
- Tempat penglukatan atau pembersihan diri.