Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Upacara Ngulapin Dewi Sri: Sebuah Ritual Hindu Bali Memanggil Dewi Kesuburan Pasca Bencana

I Putu Mardika • Jumat, 29 Maret 2024 | 16:16 WIB

Upacara Ngulapin Dewi Sri merupakan ritual tradisional Hindu di Bali yang ditujukan untuk memanggil Dewi Sri, Dewi Kesuburan, agar kembali ke stana-Nya setelah sawah terkena musibah
Upacara Ngulapin Dewi Sri merupakan ritual tradisional Hindu di Bali yang ditujukan untuk memanggil Dewi Sri, Dewi Kesuburan, agar kembali ke stana-Nya setelah sawah terkena musibah
 

BALI EXPRESS - Upacara Ngulapin Dewi Sri merupakan ritual tradisional Hindu di Bali yang ditujukan untuk memanggil Dewi Sri, Dewi Kesuburan, agar kembali ke stana-Nya setelah sawah terkena musibah seperti banjir, tanah longsor, atau hama penyakit.

Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga tujuan yang mendalam yang berbeda-beda pada setiap pelaksanaannya.

Ngulapin, berasal dari bahasa Jawa Kuno dan bahasa Bali, memiliki arti 'silau'.

Dalam konteks upacara, kata tersebut mencerminkan keinginan untuk menghilangkan segala gangguan atau ancaman yang mengintai, seperti kecelakaan, penyakit, atau bencana alam.

Ketut Agus Nova, S.Fil. H, M.Ag, yang akrab disapa Jro Anom, menjelaskan bahwa upacara ini dilakukan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segala gangguan tersebut segera dihilangkan.

Menurut Jro Anom, upacara ngulapin Dewi Sri khusus dilakukan setelah sawah mengalami musibah seperti banjir, tanah longsor, atau serangan hama penyakit.

Dewi Sri, yang diyakini sebagai Dewi Kesuburan yang memerintah atas tanaman padi, dipanggil kembali ke stana semula melalui ritual ini.

“Misalnya bencana alam tanah longsor, banjir bandang, hama penyakit yang menyerang lahan persawahan. Nah kalau diterjang bencana, itu menandakan Ida Bhatara Sri pergi dari stananya di sedahan carik atau di sikepat sari, yang mewilayahi areal persawahan itu,” kata Jro Anom.

Para petani percaya bahwa jika Dewi Sri tidak dipanggil kembali, hasil panen mereka akan terancam.

Dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja menegaskan bahwa menunda atau tidak melaksanakan upacara ngulapin dapat berdampak buruk pada hasil panen.

Analogi rumah yang rusak digunakan untuk menjelaskan pentingnya upacara ini: jika rumah tidak diperbaiki, penghuninya akan pergi.

Begitu pula dengan sawah yang tidak diimbangi melalui ritual ngulapin, tanaman padi dapat diserang penyakit atau mengalami gagal panen.

Upacara ngulapin Dewi Sri bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian integral dari kehidupan masyarakat agraris Bali.

Dalam kepercayaan mereka, keberadaan Dewi Sri sangatlah penting untuk keseimbangan dan kesuburan sawah, yang pada akhirnya memengaruhi hasil panen dan kehidupan mereka secara keseluruhan.

Tujuan Upacara:

Makna Kata "Ngulapin":

Dampak Jika Upacara Tidak Digelar:

Esensi Upacara:

Baca Juga: Bukan Barong Ket, Wujud Tapakan di Pura Luhur Pucak Kembar Beda, Begini Asal Usulnya

Upacara Ngulapin Dewi Sri merupakan tradisi penting bagi para petani di Bali untuk menjaga kesuburan sawah dan mendapatkan hasil panen yang berlimpah. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #bencana #ngulapin #dewi sri #hindu #tradisi