Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Upacara Nyambutin: Ritual Tiga Bulanan Bayi Hindu Bali Penuh Makna

I Putu Suyatra • Sabtu, 30 Maret 2024 | 23:20 WIB

Upacara tiga bulanan bagi umat Hindu Bali
Upacara tiga bulanan bagi umat Hindu Bali

BALI EXPRESS - Bagi masyarakat Hindu Bali, tradisi dan ritual keagamaan merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan.

Salah satu ritual penting yang dilakukan untuk bayi berusia tiga bulan adalah Upacara Nyambutin, atau dikenal juga sebagai Nelubulanin.

"Upacara ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna mendalam," ungkap Mangku Nyoman Suparta, seorang pemangku di Bali.

Pertama, kata dia, ini menandakan si bayi sudah tidak cuntaka (suci) dan diperbolehkan menginjak tanah serta memasuki tempat suci.

Baca Juga: Tari Perang-perangan di Desa Adat Batur Simbol Perjuangan, Ditarikan saat Karya Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur

Kedua, sebagai rasa syukur atas kesehatan dan keselamatan bayi.

Ketiga, mempersiapkan bayi untuk waspada terhadap pengaruh panca indra.

Sebelum menjalani Upacara Nyambutin, bayi dianggap cuntaka dan belum bisa memasuki merajan.

"Merajan adalah tempat suci di rumah umat Hindu Bali," jelas Mangku Nyoman.

"Bayi yang belum menjalani Upacara Nyambutin belum diperbolehkan masuk karena dianggap masih cuntaka."

Rangkaian Upacara Nyambutin diawali dengan matur piuning di sanggah merajan, dilanjutkan dengan ritual di pertiwi (tanah), catur sanak (di depan sanggah cucuk tempat ari-ari dikubur), melinggihkan kumara (bayi) di tempat tidurnya, melukat, dan metataban di bale dangin.

"Matur piuning adalah memohon izin kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk melaksanakan upacara," kata Mangku Nyoman.

Baca Juga: Menyingkap Makna dan Fungsi Rajah dalam Tradisi Hindu Bali

Ritual di pertiwi dan catur sanak bertujuan untuk memohon keselamatan dan perlindungan bagi bayi.

Banten yang digunakan dalam upacara ini antara lain janganan, bebangkit, suci soroan, peras penyeneng, plegembal, sor berisi gelar sange dan jerimpen, bebanten sambutan, dan ajengan biasa manutwarna pengider-ider.

"Banten adalah persembahan yang dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," jelas Mangku Nyoman.

Setiap jenis banten memiliki makna dan tujuan yang berbeda-beda.

Upacara Nyambutin mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang kaya dalam tradisi Hindu Bali.

Ini menjadi momen penting bagi keluarga dan mengantarkan bayi memasuki tahap baru dalam kehidupannya.

Baca Juga: Ritual Hindu Bali Ngulapin Dewi Sri: Panduan Lengkap dan Mantra dari Jro Anom untuk Kesejahteraan Petani Bali

"Upacara Nyambutin adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas karunia seorang anak," kata Mangku Nyoman.

Ini juga merupakan doa dan harapan agar bayi tersebut tumbuh kembang dengan sehat, bahagia, dan sejahtera. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #Cuntaka #bayi #Catur sanak #nyambutin #hindu #tradisi