Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat: Pura Unik Dipercaya Pengantar Roh ke Sunialoka bagi Umat Hindu di Bali, Juga Tempat Nunas Tamba

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 31 Maret 2024 | 00:58 WIB

Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat di Banjar Adat Tanah Pegat, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Bali
Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat di Banjar Adat Tanah Pegat, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Bali
 

TABANAN, BALI EXPRESS - Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat di Banjar Adat Tanah Pegat, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Bali, terkenal dengan kemurahan dan keunikannya.

Selain diyakini sebagai pembawa anugerah, Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat juga dipercaya sebagai pengantar roh menuju sunialoka bagi umat Hindu.

Banyak juga yang memohon wangsuh (berkahi) dari beliau sebagai bagian dari prosesi pengabenan yang diadakan oleh warga setempat.

Selain itu, kebaikan Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan.

Beliau memberikan anugerah berupa keberhasilan dalam pertanian dengan menghalau hama penyakit yang dapat merugikan petani.

Tidak hanya itu, beliau juga dipercaya dapat memberikan kesembuhan bagi umat yang menderita penyakit atau tempat nunas tamba.

“Dalam memberikan anugerah kesembuhan berbagai penyakit yang diderita umat. Karena sering kali ada pemedek yang tangkil untuk nunas tamba (mohon penyembuhan) dari penyakit yang dideritanya,” kata tokoh setempat, I Ketut Mudra.

Menurut, I Ketut Mudra, kehadiran Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat dalam prosesi pengabenan sangat dihormati.

Kepercayaan akan peran beliau sebagai pengantar roh membuat banyak umat datang ke pura tersebut untuk memohon berkah sebagai bagian dari prosesi pengabenan.

Keistimewaan lain dari Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat adalah ketidakkenannya terhadap rasa sebel atau cuntaka.

Hal ini berbeda dengan kebiasaan di pura atau Khayangan lainnya, di mana pemedek yang sedang dalam kondisi cuntaka biasanya tidak diizinkan masuk.

Namun, di pura ini, semua umat diterima tanpa kecuali.

Penampilan fisik Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat juga mencerminkan kesederhanaan beliau.

Dalam setiap kesempatan, beliau mengenakan busana berbahan "kaping", menunjukkan kesetiaan terhadap tradisi.

Meskipun belum ada catatan tertulis tentang sejarahnya, umat setempat tetap mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.

Pura Khayangan Jagat Jero Gede Tanah Pegat menjadi pusat perhatian, terutama saat pujawali yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau Hari Raya Kuningan.

Dengan dana yang berasal dari sumbangan umat, pura ini dipindahkan beberapa tahun lalu untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pemedek.

Dalam struktur pura, terdapat nista mandala dan utama mandala.

Bangunan utama adalah Gedong yang menjadi stana Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat.

Kehadiran pura ini tidak hanya menarik pemedek dari sekitar Desa Gubug, tetapi juga dari berbagai wilayah di Tabanan dan bahkan luar Tabanan.

Selain saat pujawali, pura ini juga ramai dikunjungi pada hari-hari biasa oleh pemedek yang memohon berbagai tujuan, mulai dari kesuksesan dalam pertanian hingga kesembuhan dari penyakit yang diderita.

Dengan segala kebaikan dan keistimewaannya, Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat tetap menjadi sosok yang sangat dihormati dan dikagumi oleh masyarakat.

Keunikan Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat:
  • Pemberi Anugerah: Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat memberikan anugerah kerahayuan dalam dunia pertanian, menghalau hama penyakit tanaman, dan memberikan kesembuhan bagi umat yang sakit.
  • Pengantar Roh: Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat sering mendapat uleman lunga (undangan) pada prosesi pengabenan, mengantarkan sang roh menuju sunialoka.
  • Bebas Cuntaka: Berbeda dengan pura lain, Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat tidak kena sebel atau cuntaka (tercemar) oleh kematian. Umat yang cuntaka karena kematian tetap diperbolehkan memasuki pura.
  • Busana Unik: Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat mengenakan busana dari kaping (karung plastik), menunjukkan jiwa kesederhanaan.

Pujawali dan Khayangan Jagat:

  • Pujawali Khayangan Jagat Jero Gede Tanah Pegat jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan (Hari Raya Kuningan).
  • Pura ini terdiri dari nista mandala (bale pesandekan dan bale kulkul) dan utama mandala (Gedong sebagai stana Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat).
  • Dikunjungi banyak pemedek dari berbagai daerah untuk nunas tirta pemuput pengabenan, memohon keberhasilan, kerukunan, dan kesembuhan.

Baca Juga: Menyingkap Makna dan Fungsi Rajah dalam Tradisi Hindu Bali

Informasi Lainnya:

  • Sejarah keberadaan Ida Panembahan Jero Gede Tanah Pegat belum ditemukan secara tertulis.
  • Umat tidak berani mengganti busana Ida dengan bahan lain karena Ida tidak berkenan.
  • Khayangan Jagat ini baru dipindah beberapa tahun lalu dengan dana punia umat.

 

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #unik #hindu #tamba #pura #sunialoka #tabanan