Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Otonan Nemu Purnama, Ida Pandita Acharya Nanda Sebut Hal ini

Wiwin Meliana • Rabu, 3 April 2024 | 17:33 WIB

Otonan saat nemu purnama dapat dilakukan dengan menambahkan banten guling
Otonan saat nemu purnama dapat dilakukan dengan menambahkan banten guling

BALI EXPRESS- Otonan atau perayaan hari lahir bagi masyarakat Hindu Bali, merupakan hari sangat sakral dan diupacarai dengan banten khusus.

Namun, ada kalanya, Otonan itu jatuhnya bertepatan dengan hari Purnama dalam kalender Bali.

Baca Juga: Lewat Video Kocak! Seniman Bali Ini Ajak Pemedek Kurangi Sampah Plastik saat Tangkil ke Besakih

Lalu bagaimanakah seharusnya yang dilakukan ketika Otonan nemu Hari Purnama?

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda menyebut bahwa saat bulan Purnama atau pun Tilem ada pengaruh bulan terhadap bumi.

Baca Juga: Provokasi KST Papua Memicu Ketegangan di Papua: Langkah Tegas untuk Mewujudkan Keamanan dan Kedamaian

Gravitasi bulan tinggi pada saat purnama sehingga air tertarik ke permukaan dan terjadilah pasang naik di laut.

Pada diri manusia juga terjadi pasang naik emosi sehingga ketika Purnama, manusia harus ingat dengan tuhan.

Baca Juga: Gempa Besar di Taiwan Picu Peringatan Tsunami di Jepang, Filipina, dan Taiwan

“Maka dari itu tidak boleh ada hubungan suami istri ketika purnama,” ujar Ida Pandita Mpu Acharya Nanda dalam potongan video yang diungah oleh akun Wira.id Channel pada Rabu (03/04).

Lebih lanjut, Ida Pandita menyebut jika ada otonan yang nemu Purnama, yang dilakukan bukanlah membatalkan otonan melainkan menambahkan guling dalam banten otonannya.

Baca Juga: KM Naga Mas Perkasa 58 Kandas di Perairan Lembongan, Begini Nasib Para ABK

“Bukan guling babi, guling itik juga boleh,” jelas Ida Sulinggih.

Hal ini bertujuan untuk penebusan emosi yang naik pada saat Purnama sehingga diturunkan.

“Kalau orang meoton di purnama gak ada yang dibatalkan karena ia yang punya dedinan kenapa mesti dibatalkan. Tetap dilakukan dengan penambahan banten tersebut,” jelas Ida Sulinggih.

Editor : Wiwin Meliana
#Otonan #ida pandita #Acharya Nanda #purnama