Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyawen, sebuah Ritual Hindu Bali Malam Hari di Desa Adat Sukawana yang Memperkuat Kebatinan, Didukung oleh Keyakinan Kuat akan Kehadiran Roh Leluhur

I Putu Mardika • Jumat, 5 April 2024 | 01:56 WIB
Bendesa Adat Sukawana, Wayan jasa (ist)
Bendesa Adat Sukawana, Wayan jasa (ist)

BANGLI, BALI EXPRESS - Di Desa Adat Sukawana, Kintamani, Bangli, Bali, para Daha Truna mengawali Ritual Nyawen dengan persembahyangan di Pura Baleagung.

"Ini adalah momen yang penuh kekhusyukan bagi kami," ujar Bendesa Adat Sukawana, Wayan Jasa.

Wayan Jasa, menjelaskan bahwa setelah persembahyangan, para Daha Truna dan Jero Kubayan bertahan di Pura Desa hingga tengah malam.

"Pada pukul 24.00 malam, kami memulai tugas kami yang sakral," ungkapnya, sementara sinoman desa mengawal mereka.

Ritual dilakukan pada tengah malam untuk memastikan tidak ada gangguan saat para Daha Truna menjalankan tugasnya.

"Kami meyakini, pada jam itu, Dewa dan roh leluhur kami datang untuk menyambut Upacara Ngusabha Dalem," tambah Jasa.

Setiap tindakan para Daha Truna dalam menancapkan sawen disertai dengan doa yang mengalir dari hati, mengekspresikan rasa hormat dan dedikasi kepada leluhur mereka.

"Ini adalah momen sakral di mana kami merasakan kehadiran leluhur kami begitu kuat," kata salah satu dari mereka.

Seusai menancapkan sawen, para Daha Truna kembali ke Pura Desa untuk melaporkan bahwa tugas mereka telah dilaksanakan.

"Kami mengucapkan rasa terima kasih kepada leluhur kami atas bimbingan mereka," ujar salah seorang dari mereka.

Upacara Ngusabha Dalem dilaksanakan keesokan harinya di Pura Dalem, di mana krama (masyarakat) menghormati leluhur dengan persembahyangan dan memberikan sesajen yang melambangkan rasa syukur.

"Ini adalah momen di mana kami merasa terhubung dengan leluhur kami," kata seorang anggota krama.

Tumbuh-tumbuhan yang dibawa oleh masyarakat sebagai persembahan diyakini menjadi wujud nyata dukungan mereka kepada roh leluhur.

"Kami percaya bahwa setelah Nyawen dilaksanakan, leluhur kami akan datang dan memberkati tanaman-tanaman kami," ungkap seorang petani setempat.

Tujuan Nyawen:

  • Memberikan tanda batas desa secara niskala.
  • Menyambut kedatangan roh leluhur untuk Upacara Ngusabha Dalem.
  • Memberikan perlindungan bagi desa dan krama.

Rangkaian Ritual Nyawen:

  1. Daha Truna sembahyang di Pura Baleagung dipimpin oleh Dane Jero Kubayan.
  2. Daha Truna dan Jero Kubayan mekemit di Pura Desa sampai pukul 24.00 malam.
  3. Daha Truna didampingi sinoman menancapkan sawen di batas desa.
  4. Daha Truna mengucapkan mantra dan memukul tanah sebanyak tiga kali.
  5. Daha Truna kembali ke Pura Desa untuk melaporkan tugasnya.

Makna Ritual Nyawen:

  • Menjaga hubungan niskala antara desa dan leluhur.
  • Memupuk rasa tanggung jawab Daha Truna terhadap desa.
  • Melestarikan warisan budaya leluhur.

Baca Juga: Ada Lubang Misterius di Palinggih Ratu Nyoman Sakti Klungkung: Jejak Spiritual di Tengah Keindahan Bali

Upacara Ngusabha Dalem:

  • Dilaksanakan keesokan harinya setelah Nyawen.
  • Krama Desa Sukawana sembahyang di Pura Dalem dengan membawa banten dan tumbuh-tumbuhan.
  • Tumbuh-tumbuhan diyakini sebagai persembahan dan tempat bagi roh leluhur untuk menanam di kebun milik sanak saudaranya.
Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #Kintamani #Desa adat Sukawana #bangli #hindu #tradisi