DENPASAR, BALI EXPRESS - Dalam ajaran Hindu, konsep Catur Purusa Artha memiliki makna mendalam tentang tujuan hidup manusia.
Catur berasal dari kata "empat", Purusa dari "jiwa manusia", dan Artha dari "tujuan hidup".
Dengan demikian, Catur Purusa Artha merujuk pada empat aspek tujuan hidup manusia yang penting.
Menurut Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, keempat tujuan hidup ini, yang juga dikenal sebagai catur warga, saling terkait erat.
Dalam kitab suci, disebutkan bahwa tujuan agama Hindu adalah mencapai Jagadhita (kesejahteraan dunia) dan Moksa (kebebasan abadi).
"Dharma, yang berarti perilaku luhur sesuai ajaran agama, membimbing manusia menuju kesejahteraan lahir dan batin," jelas Aris.
Dharma mengacu pada kewajiban pribadi (swa dharma) dan penghormatan terhadap kewajiban orang lain (para dharma), yang semua didasarkan pada nilai-nilai agama.
Artha, yang berarti kekayaan atau harta benda, diperoleh dengan prinsip dharma.
Harta benda harus digunakan untuk kepentingan dharma, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mendukung kelangsungan usaha.
Dalam mencari kekayaan, penting untuk memastikan bahwa hal tersebut bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai dharma.
Kama, atau keinginan, merupakan bagian alami dari kehidupan manusia. Namun, semua keinginan harus diarahkan dengan nilai-nilai dharma untuk menghindari penyesatan.
Aris menekankan bahwa keinginan yang tidak terkendali dapat mengarahkan seseorang pada kesengsaraan.
"Moksa, atau kebebasan abadi, adalah tujuan akhir kehidupan manusia dalam ajaran Hindu. Moksa melibatkan pembebasan dari ikatan dunia material dan penyatuan jiwa individu (Atman) dengan Sang Hyang Widhi Wasa," tambah Aris.
Ini adalah pencapaian tertinggi yang didorong oleh pelaksanaan dharma, pengelolaan artha yang bijaksana, dan pemenuhan kama yang sesuai dengan nilai-nilai spiritual.
Dengan demikian, untuk mencapai kebebasan abadi ini, seseorang harus melalui perjalanan yang diilhami oleh nilai-nilai dharma, memanfaatkan artha dengan bijaksana, dan mengarahkan kama dengan penuh kesadaran akan nilai-nilai spiritual. ***