Daftar Upacara dan Hari Besar atau Rerainan Hindu di Bali: April 2024
I Putu Suyatra• Jumat, 12 April 2024 | 18:35 WIB
Ini Dia Daftar Rerainan dan Piodalan Selama April 2024
DENPASAR, BALI EXPRESS - Bagi umat Hindu di Bali, April 2024 diwarnai dengan berbagai upacara dan hari besar keagamaan atau rerainan.
Berikut ini adalah beberapa perayaan penting yang akan berlangsung sepanjang bulan:
3 April 2024: Buda Keliwon Pegatuwakan
Bulan April diawali dengan Buda Keliwon Pegatuwakan. Hari ini menandai dimulainya rangkaian upacara setelah Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Umat Hindu biasanya mempersembahkan sesaji sebagai wujud syukur atas keselamatan dan kelancaran selama perayaan sebelumnya.
8 April 2024: Tilem
Tilem adalah hari khusus yang dirayakan setiap bulan pada saat bulan mati. Pada hari ini, umat Hindu biasanya melakukan tapa brata (pantangan) dan melaksanakan puja (sembahyangan) khusus.
Tumpek Krulut adalah hari khusus untuk memuja Ida Sang Hyang Widi/Bhatara Iswara, yang diwujudkan sebagai dewa pembuat peralatan dari logam.
Upacara ini biasanya diisi dengan pembuatan senjata, perkakas, dan benda-benda lainnya dari logam.
17 April 2024: Buda Wage Merakih
Upacara Buda Wage Merakih didedikasikan untuk Bhatara Rambut Sedana, yang dipercaya sebagai dewa yang melindungi tumbuh-tumbuhan dan kesehatan manusia. Umat Hindu biasanya melakukan pemujaan khusus pada hari ini.
19 April 2024: Hari Bhatara Sri
Hari Bhatara Sri adalah hari untuk memuja Bhatara Sri, dewi yang bergelar Dewi Padi atau Dewi Kesuburan.
Upacara ini bertujuan untuk memohon hasil panen yang melimpah dan kemakmuran.
23 April 2024: Anggar Kasih Tambir
Anggar Kasih Tambir adalah hari khusus untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga.
Umat Hindu biasanya melakukan persembahan dan doa bersama keluarga pada hari ini.
23 April 2024: Purnama
Purnama adalah hari khusus yang dirayakan setiap bulan pada saat bulan purnama. Upacara pada hari ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan Tilem.
Bulan April ditutup dengan Anggara Paing Medangkungan. Upacara ini didedikasikan untuk Ida Sang Hyang Widi/Bhatara Brahma, yang dipercaya sebagai dewa pencipta.
Umat Hindu biasanya melakukan pemujaan di Merajan Kawitan atau Paibon (tempat pemujaan leluhur). ***