Tradisi Ngurek: Seni Sakral Hindu Bali yang Mendunia, Sakral dalam Ritual, Profan untuk Wisatawan
I Putu Suyatra• Minggu, 21 April 2024 | 16:13 WIB
MAGIS : Ritual nanggluk merana juga diwarnai dengan karauhan, atau kesurupan, warga Ngurek, hujamkan keris ke tubuhnya. Agung Bayu/Bali Express
BALI EXPRESS - Bali terkenal dengan keragaman adat dan budayanya yang bernafaskan Hindu. Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah Ngurek, sebuah pertunjukan seni yang memadukan unsur sakral dan profan (hiburan).
Tradisi Ngurek yang Sakral dan Profan
Tradisi Ngurek yang sakral biasanya dilakukan dalam ritual keagamaan Hindu di Bali. Tradisi ini menampilkan tarian magis dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit, mengusir roh jahat, dan memohon keselamatan.
Di sisi lain, tradisi Ngurek profan dihadirkan sebagai hiburan bagi wisatawan.
Tradisi ini dibuat duplikat dengan menyerupai seni sakral, namun tanpa menggunakan atribut-atribut yang disakralkan.
Menurut DR. I Wayan Subrata, Dosen Ilmu Agama dan Kebudayaan UNHI, permintaan akan seni dan budaya Bali tetap tinggi di kalangan wisatawan mancanegara.
Hal ini mendorong seniman untuk menciptakan duplikat seni sakral dalam bentuk seni profan untuk kepentingan pertunjukan wisata.
"Kehadiran seni profan ini tidak terlepas dari perkembangan pariwisata Bali, yang didorong oleh keunikan budaya dan adat istiadatnya," ungkapnya.
Ngurek adalah salah satu pertunjukan seni yang menonjol, meskipun memiliki perbedaan mendasar dengan versi sakralnya.
Meskipun secara visual hampir identik, seni profan tidak menggunakan atribut-atribut yang bersifat sakral.
Seniman melakukan berbagai upaya untuk memastikan bahwa pertunjukan Ngurek berlangsung dengan lancar dan menarik.
Mulai dari teknik hingga unsur-unsur mistis seperti minum air besi kuning atau ilmu kekebalan, semuanya menjadi bagian dari pertunjukan ini.
Keunikan Tradisi Ngurek Profan
Tradisi Ngurek profan menawarkan pengalaman yang menarik bagi wisatawan.
Para seniman berusaha menampilkan pertunjukan yang memukau dengan berbagai teknik dan elemen mistis, seperti minum air besi kuning, ilmu kekebalan, dan keris yang aman.
Penggunaan Ilmu Kekebalan
Penggunaan ilmu kekebalan dalam pertunjukan profan bertujuan untuk memberikan kesan mendalam kepada penonton. Air besi kuning direndam dan diminum, dengan pantangan buang air kecil.
Ilmu kekebalan dilakukan oleh orang khusus yang memiliki kemampuan untuk memberikan perlindungan.
Nyoman Prastika, seorang praktisi seni terkait, menjelaskan bahwa penggunaan ilmu kekebalan menjadi semakin umum dalam pertunjukan profan.
Minum air besi kuning, yang direndam dengan ritual khusus, menjadi salah satu praktik yang menarik perhatian penonton.
Namun, ada pantangan yang harus diikuti, termasuk larangan buang air kecil setelah meminum air besi kuning.
Kemampuan untuk memberikan kekebalan sering kali terbatas pada wilayah tertentu, dan ini menjadi bagian dari elemen mistis yang menambah daya tarik pertunjukan Ngurek bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang mendalam di Bali.
Pesona Tradisi Ngurek
Tradisi Ngurek, baik sakral maupun profan, merupakan salah satu kekayaan budaya Bali yang patut dilestarikan.