BANGLI, BALI EXPRESS - Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali memiliki tradisi sakral yang unik yaitu Tari Baris Babuang.
Tarian ini ditarikan dengan membawa pelepah pisang, atau "perang papah biu", sebagai simbol untuk menghalau penyakit dan hama yang mengganggu masyarakat.
Tradisi Perang Pelepah Pisang yang Penuh Semangat
Bendesa Adat Pengotan, Wayan Kencu, menjelaskan bahwa tidak ada kriteria khusus untuk dapat menarikan Baris Babuang.
Semua pemuda di desa diwajibkan untuk ikut dalam tradisi ini yang diadakan setiap bulan November.
Baca Juga: Pura Kahyangan Jagat Kerti Bhuana: Keindahan Tempat Suci Hindu di Bandar Lampung
"Pada saat pertunjukkan tarian tersebut, para pemain bebas memukul lawan dengan senjatanya yaitu dengan media pelepah pisang," kata Kencu.
Meskipun saling memukul dengan pelepah pisang, para penari tidak merasakan sakit dan tidak ada dendam di antara mereka.
Tradisi ini justru dipimpin oleh Paduluan dan bertujuan untuk mempererat hubungan kekerabatan antar anggota masyarakat, terutama para pemuda.
Lebih dari Sekedar Tarian, Simbol Persatuan dan Kesejahteraan
Kencu menambahkan bahwa pementasan Tari Baris Babuang diyakini dapat memperkuat persatuan dan semangat menyamabraya (gotong royong) di masyarakat.
Selain itu, tradisi ini juga diharapkan dapat membawa kehidupan yang lebih tenang dan sejahtera bagi masyarakat Pengotan.
"Tari Baris Babuang membina hubungan kekerabatan antar anggota terutama sekaa teruna untuk semakin kenal antar satu sama lain. Pementasan Tari Baris Babuang diyakini semakin menguatkan persatuan semangat menyamabraya," sebutnya.
Diharapkan dengan melestarikan tradisi Tari Baris Babuang, masyarakat Pengotan dapat terus hidup rukun, terhindar dari penyakit dan hama, serta mencapai kesejahteraan bersama. ***