Prosesi Pementasan
Pementasan Tari Baris Memedi diawali dengan beberapa prosesi penting, yaitu:
1. Matur Piuning:
Proses ini merupakan permohonan izin kepada penguasa kuburan yang disebut Sang Hyang Bhairawi dan Sang Hyang Prajapati.
2. Mepayas:
Para penari Memedi berdandan dengan busana khusus, baik yang berperan sebagai laki-laki maupun perempuan.
- Penari Memedi laki-laki: Merias diri dengan dedaunan dan kain-kain yang ada di setra atau kuburan.
- Penari Memedi perempuan: Merias diri dengan pakaian perempuan yang dibawa dari rumah, memperjelas karakter feminim.
3. Rias Wajah:
- Penari Memedi: Menggunakan arang dan buah kapur.
- Penari Penemprat: Menggunakan topeng atau tapel khusus.
4. Masolah:
Tahap inti di mana penari yang telah kesurupan menari-nari di arena yang ditentukan.
- Ngaben Masal: Dilakukan di arena ngaben massal.
- Ngaben Perseorangan: Dilakukan di depan rumah atau lebuh yang mengalami kedukaan.
5. Trance dan Gerakan Jahil:
Pada tahap ini, para penari mengalami trance dan menari layaknya roh halus yang bersifat kual atau nakal. Gerakan jahil dan adegan seksual dalam pementasan ini disebut "angkuk-angkuk".
6. Bebarisan:
Meskipun tidak menggunakan pakem tari bebarisan, pementasan Tari Baris Memedi tetap dilakukan secara berbaris, berderet, atau berjajar.
7. Ngaluhur:
Proses upacara untuk mengembalikan jiwa para penari setelah pementasan.
- Menghaturkan segehan di setra
- Melukat di campuhan atau sungai
Sesajen:
Sesajen yang digunakan selama pementasan Tari Baris Memedi memiliki makna dan tujuan tertentu:
- Awal Pementasan: Prayastita, byakaonan, sanggah agung, pemayasan, tipat daksina, pejati, suci gede asoroh, pemendakan, segehan agung, mesambleh bebek bulu sikep.
- Saat Pementasan: Segehan agung, mesambleh bebek bulu sikep.
- Penutup Pementasan: Penglukatan dan pembersihan.