Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UNIK! Bukan Dikubur atau Dibakar: Begini Prosesi Pemakaman di Desa Les Buleleng Bali

Nyoman Suarna • Rabu, 24 April 2024 | 22:58 WIB
PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman di Desa Les Buleleng Bali sangat unik. Tidak dikubur atau dibakar, tetapi dengan cara ini.
PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman di Desa Les Buleleng Bali sangat unik. Tidak dikubur atau dibakar, tetapi dengan cara ini.

BALI EXPRESS - Prosesi upacara yang ada di Bali sangat beragam, sesuai desa kala patra dan desa mawecara.

Meskipun sama-sama agama Hindu akan tetapi setiap desa memiliki tatacara tersendiri dalam pelaksanaan upacara.

Salah satunya adalah prosesi pemakaman jenazah atau penguburan.

Salah satu desa yang memiliki ritual unik dalam prosesi pemakaman jenazah adalah Desa Les.

Desa Les terletak di Bali Utara, tepatnya di Kec. Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

Prosesi pemakaman jenazah yang ada di Bali biasanya identik dengan upacara ngaben atau dikubur.

Akan tetapi berbeda dengan upacara pemakaman jenazah di Desa Les, bukan dikubur atau dibakar.

Prosesi penguburan di Desa Les bisa dibilang sangat unik, karena jenazah dimasukkan ke dalam tempat seperti rumah.

Sebelum memasuki prosesi pemakaman, jenazah akan dikelilingi oleh keluarga yang ditinggalkan. Para keluarga duka berjalan melingkar sebagai tanda kasih sayang.

Kemudian di sepanjang perjalanan menuju setra (kuburan) mayat akan disoraki dengan kata (suryak).

Tujuan untuk menghibur keluarga dan juga almarhum agar tidak larut dalam kesedihan.

Setelah sampai di setra (kuburan) mayat akan dimasukkan ke dalam rumah tersebut beserta peti dan juga alat tandu yang terbuat dari bambu.

Prosesi penguburan dipimpin oleh seorang yang khusus memimpin upacara orang meninggal, disebut Jero Pladung.

Ukuran dari rumah tempat jenazah kurang lebih 3x1 meter, cukup untuk satu orang dewasa.

Uniknya, rumah tempat jenazah tersebut bisa menampung satu keluarga yang sudah meninggal.

Dilansir dari akun tiktok pribadi @alexs_gd dijelaskan bahwa untuk prosesi penguburan yang ada di Desa Les dilaksanakan pada waktu atau tanggal-tanggal tertentu.

Lokasi setra (kuburan) dari Desa Les tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 1,5 kilometer.

Sehabis upacara penguburan selesai, seluruh orang yang ikut serta dalam prosesi penguburan akan menuju ke pemandian atau kayoan untuk membersihkan diri.

Masyarakat Desa Les percaya bahwa jika datang dari setra (kuburan) dianggap masih leteh atau kotor.

Karena itu perlu ke pemandian atau kayoan sebagai tempat untuk membersihkan diri.

Made Wahyu Adinata*

Penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #desa les #dikubur #pemakaman #dibakar #buleleng