BALI EXPRESS - Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung terletak di Gunung Mangu, atau di sebelah timur laut Danau Baratan.
Krama Desa Baratan menamai Gunung Mangu sebagai Pucak Baratan. Sedangkan orang Desa Tinggan menyebutkan sebagai Pucak Tinggan.
Selain dua nama tersebut, Pucak Mangu juga disebut Pucak Pangelengan.
Menurut Pemangku Pura Pucak Mangu, Jero Mangku Gede, nama pangelengan muncul saat Bhaṭara Pucak Mangu merajah lidah I Gusti Agung Putu sebelum menjadi raja Mengwi.
Setelah dirajah I Gusti Agung Putu disuruh melihat sekeliling atau ngalengan.
Daerah-daerah yang tampak terang itulah yang kemudian menjadi daerah kekuasaannya.
Itulah sebabnya maka Pucak Mangu disebut pula sebagai Pucak Pangelengan.
Di dalam Pura Pucak Mangu ini terdapat beberapa palinggih, berupa lingga.
Lingga ini terbuat dari terbuat dari batu alam berbentuk segi empat atau Brahma Bhaga, berbentuk segi delapan atau Wíṣṇu Bhaga, dan bulat panjang atau Siwa Bhaga.
“Hal ini berarti bahwa Pura Pucak Mangu ini termasuk pura kuna, yang dibangun sekitar abad kesepuluh sampai abad keempat belas,” sebutnya.
Pura Pucak Mangu yang terletak di Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung adalah salah satu pura kuna.
Hal ini terlihat dari banyaknya lingga di tempat tersebut.
Menurut sejarah, konon di Pura Pucak Mangu ini I Gusti Agung Putu, sang pendiri Kerajaan Mengwi, bertapa untuk menenangkan diri setelah kalah dalam perang tanding melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dari Puri Kakeran. (*)
Editor : Nyoman Suarna