Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Moksa dan Sabda Bhatara Gede Gumang Saat Meninggalkan Pura Gumang di Bugbug Karangasem

I Putu Mardika • Rabu, 8 Mei 2024 | 20:33 WIB
Pura Gumang atau Pura Bukit Gumang di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali.
Pura Gumang atau Pura Bukit Gumang di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali.

BALI EXPRESS - Cerita tentang Bhatara Gede Gumang yang mempersunting putri Bhatara di Bukit Byaha yang bernama Dewi Ayu Mas untuk dijadikan prameswari menjadi awal kisah Pura Gumang atau Pura Bukit Gumang di Bugbug, Karangasem, Bali.

Menurut cerita yang berkembang dalam masyarakat, Bhatara Gede Gumang, yang pada waktu itu dikenal sebagai Sang Hyang Sinuhun Kidul dan berstana di Bukit Uluwatu, memutuskan untuk menikahi Dewi Ayu Mas, putri Bhatara dari Bukit Byaha, untuk menjadi permaisuri.

Setelah pernikahan mereka, mereka berdua pergi ke Bukit Gumang dan mendirikan sebuah pura sebagai tempat tinggal mereka.

Di sana, Bhatara Gede Gumang memerintah sebagai Ida Gede dan tetap tinggal hingga saat ini. Ia dipuja oleh masyarakat Desa Adat Bugbug dengan sebutan Ida Gede.

Tokoh Pemuda, Desa Bugbug, Wayan Sudiarta menceritakan, dalam pernikahan itu, Bhatara Gede Gumang dan istrinya memiliki empat orang anak.

"Yang tertua adalah seorang laki-laki bernama Ida Bethara Gede Manik, diikuti oleh Bethari Ayu Made, kemudian Bethari Ayu Nyoman Aan, dan yang termuda adalah Bethari Ayu Ketut," ungkapnya.

Bethari Ayu Made menikah dengan Bethara Gede Puseh dari Desa Bebandem dan menetap di Pura Desa Bebandem.

Sebenarnya, Bethara Gede Puseh mencintai putri mereka yang ketiga, yaitu Bethari Ayu Nyoman.

Namun, karena Bethari Ayu Nyoman memilih menikah dengan Bethara Gede Pasisi dari Jasri, Bethara Gede Puseh menikahi Bethari Ayu Made agar tidak kecewa.

Bethari Ayu Made setuju menikah dengan Bethara Gede Puseh dengan syarat bahwa kakaknya, yaitu Ida Bethara Gede Manik, akan menemani mereka dan tinggal di Bebandem.

Inilah sebabnya mengapa putra sulung dari Batara Gede Gumang tetap tinggal di Pura Puseh Bebandem.

Sementara itu, putri bungsu mereka, Bethari Ayu Ketut, menikah dengan Bethara Gede Dangin dari Desa Ngis.

"Setelah semua anak-anak Batara Gede Gumang meninggalkan Bukit Gumang, Ida Gede dan istrinya tinggal sendirian di bukit tersebut," jelasnya.

Mereka merasa bahwa tugas-tugas mereka telah selesai, dan mereka berniat untuk menuju Sunya Loka (Moksa).

Beberapa penduduk ingin mendekati mereka, namun Bethara Gede melarangnya.

Ketika penduduk tidak mau pergi, Batara Gede Gumang membelah ujung tenggara Bukit Juru dan duduk di atas belahan bukit tersebut.

Dia kemudian berlayar menuju tengah samudra dan akhirnya mencapai Moksa di tengah laut, di sebuah gili kecil yang dikenal sebagai "Gili Biaha" (Pecahan Bukit Gumang).

Sebelum mencapai Moksa, Batara Gede Gumang memberikan pesan kepada penduduk, "Wahai kalian, orang-orang Bugbug, dan semua yang berbakti kepadaku, di mana pun kalian berada, jika kalian membutuhkan pertolongan, panggilah namaku". ***

 

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#Pura gumang #bali #hindu #karangasem #moksa #bugbug