TABANAN, BALI EXPRESS - Pura Batur Sri Murti yang terletak di Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan adalah salah satu pura Hindu Bali yang sudah resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Pura yang kaya akan keunikan ini menjadi salah satu dari sekian banyak pura yang dianggap penting untuk dilestarikan.
Menurut Jero Mangku Pura Batur Sri Murti, I Wayan Wetera, meskipun belum ada babad maupun prasasti yang secara rinci menceritakan sejarah pura tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi pada tahun 1992 menunjukkan bahwa Pura Batur Sri Murti diduga telah berdiri sejak abad ke-8.
"Pada tahun 1992, tim dari Balai Arkeologi melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa pura ini sudah ada sejak abad ke-8," ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Setahun setelah penelitian tersebut, tepatnya pada tahun 1993, Pura Batur Sri Murti ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
Selain keberadaannya yang diyakini sejak abad ke-8, pura ini juga dikenal memiliki berbagai arca serta konstruksi palinggih yang mirip dengan Pura Besi Kalung.
Menurut Jero Mangku, Pura Batur Sri Murti memiliki hubungan dengan Pura Besi Kalung dan Pura Luhur Pekiyisan.
Meskipun tidak ada catatan sejarah tertulis tentang pura ini, namun cerita-cerita mengenai pura ini banyak diceritakan oleh para leluhurnya.
Menurut cerita dari para leluhur, Pura Batur Sri Murti didirikan ketika dimulainya Ngeruak di Subak Aya, Subak yang berada di sekitar Pura Batur Sri Murti.
Pura ini terdiri dari Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandalanya adalah Pertiwi Jati Subak dan Desa Pakraman.
Di Utama Mandala, terdapat beberapa palinggih, di antaranya adalah Palinggih Putra Batur Sri Murti, Pasimpangan Dalem, Putra Dewa Ayu Mas, Pasimpangan Luhur Besakih, Palinggih Manik Galih Rambut Sedana, dan lain-lain.
Pura Batur Sri Murti juga diyakini sebagai cikal bakal dari Desa Biaung, karena pada zaman dahulu, pura ini merupakan pusat sistem pemerintahan di Desa Biaung.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pura Batur Sri Murti merupakan tempat bersemayamnya Ida Betara yang pemurah, yang senantiasa memberikan kemakmuran dan kesuburan kepada para bhaktinya.
Nama "Batur Sri Murti" sendiri berasal dari pawisik (bisikan gaib), dan menurut panglingsir, pura ini merupakan Linggih Ida Betara Sri, Ida Betara Brahma, Wisnu, Siwa, yang disebut dengan Tri Murti.
Berbeda dengan pura-pura lainnya, Pura Batur Sri Murti memiliki keunikan tersendiri.
Pura yang Pujawalinya jatuh setiap Buda Kliwon Pahang, dan akan didatangi pamedek dari se-Desa Pakraman Pemanis saat menggelar upacara Panca Yadnya, baik Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, Bhuta Yadnya, hingga Pitra Yadnya.
"Jadi, dari lahir sampai kembali ke sunia loka, tetap meminta restu di Pura Batur Sri Murti," tambahnya. ***