COCOK UNTUK IBU-IBU! Tempat Malukat Unik di Bali untuk Awet Muda, Keselamatan, dan Pembersihan Diri
I Putu Suyatra• Minggu, 12 Mei 2024 | 16:25 WIB
Pasiraman Manik Tirtha
BANGLI, BALI EXPRESS - Di timur Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, terdapat sebuah tempat suci Hindu Bali bernama Pasiraman Manik Tirtha yang menawarkan pengalaman malukat unik.
Tempat ini tidak hanya digunakan untuk membersihkan diri secara sekala dan niskala, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat awet muda, keselamatan, dan pembersihan diri bagi bayi dan jenazah.
Banjar Kuning terletak di ujung timur Desa Tamanbali, namun akses ke pasiraman ini tidaklah sulit.
Pengunjung bahkan bisa menikmati keindahan Air Terjun Kuning yang berada di bawah pasiraman ini dengan melewati 90 anak tangga.
Di sekitar lokasi, pengunjung juga dapat menemukan keindahan tebing Tukad Malangit Bangli dan terkadang dapat melihat kera liar mencari makan di sekitar area tersebut.
Dari Denpasar, perjalanan menuju tempat ini memerlukan waktu sekitar satu jam melalui Jalan Baypass Ida Bagus Mantra, menuju Desa Tulikup Gianyar.
Begitu tiba di lapangan Desa Tulikup, ada jalan ke utara yang menuju Tamanbali, Bangli.
Setelah mengikuti jalan tersebut, pengunjung akan tiba di lapangan Tamanbali dan dari sana, cukup mengikuti petunjuk arah yang jelas menuju Banjar Kuning.
Pemangku Pura Pasiraman Manik Tirta, Ngakan Ketut Mangku Gede, menjelaskan bahwa sejarah pasiraman ini berasal dari perebutan wilayah antara Raja Tamanbali dan raja di Desa Jelekungkung, Bangli.
Untuk melindungi wilayahnya, Raja Tamanbali menggunakan senjata berupa tongkat yang ditarik melintasi tanah dari Jelekungkang sampai Banjar Kuning, membentuk sebuah jurang yang menjadi aliran Tukad Malangit.
Di lokasi tersebut terdapat 11 pancuran yang dulunya digunakan sebagai tempat permandian prajurit Raja Tamanbali.
"Salah satunya adalah pancuran tertinggi yang diyakini memiliki efek awet muda, dikenal sebagai Tirtha Daha," ungkapnya.
Pancuran ini memiliki lima pancuran biasa di jaba Pura, serta Pancuran Tirtha Daha yang berada di bawahnya.
Di dalam pura, terdapat tirta selikan yang digunakan untuk melasti Ida Sasuhunan Pura Khayangan Tiga dan sebagai tirta wangsuhpada dalam upacara pura dan merajan.
Tirta selikan juga digunakan untuk memandikan bayi yang berumur 42 hari dan membersihkan jenazah sebelum upacara ngaben.
"Pengunjung sering datang untuk memohon keselamatan bagi bayi yang baru lahir atau kelancaran bagi jenazah," kata Ngakan Ketut Mangku.
Pengunjung yang ingin malukat hanya perlu membawa canang atau pejati sesuai dengan hari yang dipilih.
Canang diletakkan di asagan palinggih, sementara pejati diletakkan di dalam palinggih. Pemangku Pura Banjar Kuning, Ngakan Ketut Mangku, akan membantu memfasilitasi proses malukat.
Menurut Tokoh Banjar Kuning, Ngakan Made Setiawan, hari sebelum Galungan adalah waktu paling ramai untuk malukat di pancoran Daha, karena dipercaya bahwa pengaruh tirta Daha sangat kuat pada hari tersebut.
"Pengunjung sudah mulai datang sejak jam dua siang," kata Ngakan Made Setiawan.
11 Pancuran dengan Fungsi Berbeda: Terdapat 11 pancuran di pura ini, dengan fungsi berbeda:
5 Pancuran Pelinggih Jaba Pura: Digunakan untuk pasiraman biasa.
Tirtha Selikan: Digunakan untuk memandikan bayi berusia 42 hari dan membersihkan jenazah sebelum upacara ngaben.
Pancuran Tirtha Daha: Pancuran paling tinggi yang dipercaya dapat membuat awet muda.
Pancuran Lainnya: Digunakan untuk berbagai keperluan spiritual, seperti memohon keselamatan dan kesembuhan.
Manfaat Melukat di Pasiraman Manik Tirtha:
Awet muda: Pancuran Tirtha Daha dipercaya dapat membuat awet muda.
Keselamatan: Tirta Selikan dipercaya dapat membawa keselamatan bagi bayi dan kelancaran pembersihan atma bagi jenazah.
Pembersihan diri: Melukat di Pasiraman Manik Tirtha dipercaya dapat membersihkan diri secara sekala dan niskala.
Tips Berkunjung:
Hari Ramai: Sehari sebelum Hari Raya Galungan adalah momen paling ramai untuk melukat di Pancoran Daha.
Sarana: Cukup membawa canang saat hari biasa dan pejati saat rerainan.
Pemuput: Upacara dipuput oleh Mangku Dalem Banjar Kuning, Ngakan Ketut Mangku.
Cara Menuju Pasiraman Manik Tirtha:
Jarak: Sekitar 1 jam dari Denpasar.
Rute: Lewati Jalan Baypass Ida Bagus Mantra menuju Desa Tulikup Gianyar. Dari Lapangan Desa Tulikup, belok kanan menuju Banjar Kuning. Ikuti petunjuk arah yang jelas.