BALI EXPRESS – Pura Mengening, Tampaksiring, Gianyar Bali merupakan salah satu tempat pemujaan umat Hindu Bali.
Namun pura tempat pemujaan umat Hindu Bali ini juga sebagai tempat melukat untuk berbagai tujuan.
Sebab Pura Mengening memiliki makna pura dengan air yang jernih. Mengening berasal dari kata hening yang berarti sangat jernih.
Nama Pura Mengening diidentikkan dengan sepuluh klebutan sebagai umber mata iar yang ada di areal pura .
Di samping untuk melukat, air klebutan tersebut menjadi aliran sungai, mengaliri irigasi sampai persawahan yang ada di hilir Pura Mengening.
Masing-masing klebutan ini memiliki fungsi dan nama tersendiri.
Tokoh Masyarakat Pakraman Saraseda, Tampaksiring, I Nyoman Weda, menjelaskan, sepuluh klebutan atau sumber mata air tersebut digunakan untuk prosesi upacara yadnya seperti melukat.
Weda menjelaskan bahwa semua tirta yang digunakan untuk yadnya tidak perlu dipasupati lagi, cukup dengan nunas tirta menggunakan banten. Karena tirta di sini sudah dianggap suci.
Kesepuluh mata air tersebut diyakini memiliki fungsi dan khasiat masing-masing, di antaranya:
Tirta Pamuput digunakan sebagai pamuput manusa dan dewa yadnya.
Tirta Keris digunakan untuk pasupati semua senjata, terutama saat Tumpek Landep.
Tirta Gelung digunakan untuk meningkatkan wibawa seseorang, terutama saat pawintenan.
Tirta Dedari, Tirta Malela, dan Tirta Angsoka dipercayai bikin awet muda.
Tirta Sudamala digunakan untuk melebur mimpi buruk.
Tirta Keben berfungsi memperlancar usaha para pedagang atau rezeki.
Tirta Telaga Waja digunakan untuk melebur dasa mala dalam tubuh seseorang.
Dan Pancaka Tirta digunakan khusus untuk pelaksanaan Dewa Yadnya.
Salah satu pancuran di Pura Mengening adalah Pancuran Sudamala, yang diyakini dapat menghilangkan susah tidur.
Weda menyebutkan bahwa pura ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Warmadewa.
"Bahkan, setiap pujawali di Pura Khayangan Tiga, kami cukup melasti ke sini karena sudah ada pancuran yang lengkap," katanya.
Mencari Pura Mengening tidak sulit. Dari Pasar Tampaksiring, Anda hanya perlu ke utara sekitar 500 meter hingga menemukan patung di pertigaan.
Belok kanan sejauh 200 meter dan Anda akan menemukan papan nama Pura Mengening Tampaksiring sebelum Pura Tirta Empul.
Pura Mengening dikelola oleh warga Desa Saraseda yang berjumlah 230 kepala keluarga.
Piodalan jatuh pada Soma Ribek yang dilaksanakan selama tujuh hari, sedangkan ngusaba hanya dilaksanakan satu tahun sekali pada Purnama Kasa.
Tidak ada pungutan biaya untuk mengunjungi Pura Mengening, namun jika ingin memberikan dana punia, pamedek dipersilakan memberikan seikhlasnya.
Editor : Nyoman Suarna