Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bukan Lombok, Tempat Melukat Umat Hindu Bali Ini Ada di Mengwi: Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun, tetapi Berupa Gundukan Tanah

Nyoman Suarna • Selasa, 14 Mei 2024 | 21:55 WIB
MIRIP: Meski namanya mirip dengan tempat suci umat Hindu di Lombok, tempat melukat ini ada di Mengwi Bali. Konon sudah ada sejak ratusan tahun silam berupa gundukan tanah.
MIRIP: Meski namanya mirip dengan tempat suci umat Hindu di Lombok, tempat melukat ini ada di Mengwi Bali. Konon sudah ada sejak ratusan tahun silam berupa gundukan tanah.

BALI EXPRESS – Namanya mirip dengan pura umat Hindu di Lombok, tetapi Pura Beji Taman Suranadi terletak di Banjar Auman, Desa Adat Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Pura Beji Taman Suranadi adalah salah satu tempat melukat yang memiliki keunikan tersendiri.

Tempat melukat ini merupakan kawasan spiritual bagi umat Hindu Bali untuk membersihkan diri secara niskala.

Sebagai tempat melukat, Pura Beji Taman Suranadi telah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah menjadi bagian integral dari kehidupan spiritual masyarakat Banjar Auman.

Pemangku Pura Beji Taman Suranadi, Mangku Muliati, dalam keterangannya kepada Bali Express Jawa Pos Group tahun 2017 silam menjelaskan, sebelum menjadi pura permanen, pemujaan umat Hindu Bali ini hanyalah gegumuk atau gundukan tanah yang terletak di areal tegalan milik keluarganya.

Pada akhir tahun 1990-an, Pura Beji ini mulai diemong oleh Krama Banjar Auman Kekeran, yang kemudian membangun struktur permanen pura seperti yang ada saat ini.

Meskipun tidak dilengkapi dengan plang nama, Pura Beji Taman Suranadi dapat diakses dengan mudah.

Dari jalan Raya Denpasar - Gilimanuk, belok kiri di pertigaan Desa Jumpayah (sebelah timur SMK Pariwisata Mengwi) dan ikuti jalan tersebut hingga memasuki Desa Adat Kekeran.

Terus lurus hingga tiba di batas desa, di mana terdapat gang kecil yang menuju langsung ke Pura Taman Beji Suranadi dan rumah pemangkunya yang berada di atas pura.

Di Pura Beji Taman Suranadi, Ida Bhatara Wisnu dipuja sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi, dewa pemelihara kehidupan dan penguasa air dalam kepercayaan Hindu.

Beji di pura ini merupakan tempat ideal untuk melukat.

Untuk melukat  di Pura Beji Taman Suranadi, dilakukan di pancuran yang terletak di sebelah barat pura.

Proses melukat dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertama berupa pembersihan fisik.

Masyarakat mandi di pancoran tempat permandian yang tersedia untuk membersihkan diri secara fisik.

Tahap kedua, setelah mandi, prosesi melukat dilakukan dengan menggunakan upakara atau perlengkapan upacara.

Di antaranya berupa pejati dan bungkak nyuh gading atau air kelapa gading yang disimpan di payuk jempere (periuk tanah).

Mangku Muliati menjelaskan, penggunaan peiruk tanah ini adalah simbol dari sembilan arah mata angin atau Dewata Nawa Sanga.

"Dengan menggunakan payuk jempere, kami berharap Tuhan bisa memberikan berkah-Nya untuk membersihkan diri dari segala bentuk kotoran, baik yang bersifat niskala maupun sekala, dari sembilan arah mata angin," urainya.

Pura Beji Taman Suranadi memiliki dua taman suci, yaitu Taman Suranadi dan Taman Alit.

Meskipun berada dalam satu lingkungan, kedua taman ini memiliki sumber mata air yang berbeda.

Taman Suranadi mendapatkan air dari telebutan (mata air), sedangkan Taman Alit mendapatkan air dari tanah yang muncul dari celah tebing.

Air dari Taman Alit digunakan untuk pengelukatan dan dialirkan ke empat pancuran di sebelah barat pura, yang juga berfungsi sebagai tempat permandian umum.

Piodalan di Pura Beji Taman Suranadi jatuh pada hari Rabu Pahing Wuku Warigadean.

Sebelum piodalan, dilakukan dua kali prosesi penyucian Ida Bhatara yang berstana di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Kekeran. Pertama di Taman Suranadi dan kedua di Taman Alit.

Pura Beji Taman Suranadi adalah tempat yang sarat dengan nilai spiritual dan sejarah panjang.

Sebagai tempat melukat, pura ini menawarkan pengalaman penyucian diri yang mendalam dan unik, didukung oleh kepercayaan dan tradisi Hindu Bali yang kuat.

Terletak di Banjar Auman, Mengwi, pura ini mudah diakses dan menjadi destinasi spiritual yang penting bagi masyarakat Bali dan wisatawan yang mencari kedamaian dan melukat. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#melukat #bali #mengwi #hindu bali #gundukan tanah #hindu #lombok