BALI EXPRESS - Umat Hindu di Bali memiliki tradisi melukat untuk membersihkan diri secara niskala. Melukat bertujuan menghilangkan aura negatif.
Salah satu tempat untuk melukat umat Hindu Bali di Denpasar adalah Pura Dalem Pengembak Mertasari, Sanur.
Pura Dalem Pengembak terletak di Jalan Pengembak-Mertasari, Sanur, Denpasar Bali.
Tempat melukat umat Hindu Bali ini bisa diakses dari Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai.
Menurut Pemangku Generasi Ketiga Pura Dalem Pengembak, Jero Mangku I Made Ranten yang diwawancarai Bali Express tahun 2017 silam, pura ini telah berfungsi sebagai tempat melukat sejak tahun 1920.
Menurutnya, pura tempat melukat ini ditemukan oleh almarhum I Wayan Netep, kakek dari Mangku Ranten.
Pada awalnya, lokasi pura adalah hutan belantara yang sering digunakan masyarakat Sanur untuk menggembalakan sapi.
Suatu hari, almarhum Wayan Netep menemukan batang pohon kelapa atau seseh yang dipahat menjadi patung perempuan cantik.
Patung seseh tersebut dibiarkan di hutan hingga mengeluarkan air.
Seiring dengan fenomena alam tersebut, Wayan Netep mendapat pawisik bahwa air itu bisa digunakan untuk melukat dan menyembuhkan penyakit non medis.
Sejak saat itu umat Hindu Bali mulai datang ke Pura Dalem Pengembak untuk melukat.
Namun, pura ini belum diresmikan melalui upacara pemelaspas dan mendem pedagingan.
Almarhum Wayan Netep kemudian mendapat petunjuk dari Ida Ratu Ayu Manik Mas Meketel untuk menanyakan kepada Ide Pedanda di Griya Delod Pasar Sanur terkait ritual di pura tersebut.
Setelah menjalani proses ritual sesuai petunjuk Ida Pedanda di Griya Delod Pasar, Pura Dalem Pengembak diyakini sebagai tempat bersemayam Ida Ratu Ayu Manik Mas Meketel.
Almarhum Netep menjadi pemangku di pura ini hingga akhir hayatnya.
Hingga kini, setiap Purnama Kedasa, upacara di pura ini dilakukan oleh dua pihak, yakni Mangku Ranten dan Griya Delod Pasar Sanur.
Pura Dalem Pengembak terkenal sebagai tempat melukat dan memohon kesembuhan, terutama untuk penyakit non medis.
Ritual melukat di pura ini diyakini dapat menghilangkan aura negatif dari tubuh manusia.
Selain itu, pura ini juga dikenal untuk memperlancar usaha atau rezeki karena ada Palinggih Ratu Sabhandar, Dewi Kemakmuran.
Sebelum melakukan persembahyangan di Pura Dalem Pengembak, umat Hindu diwajibkan melukat di Campuhan, yaitu muara sungai Pengembak yang bertemu dengan air laut.
Setelah mandi di muara sungai, umat melanjutkan ritual melukat di pura dan kemudian melakukan persembahyangan sesuai permohonan mereka.
Untuk melakukan ritual melukat, umat Hindu Bali membawa dua buah banten pejati dan dua buah bungkak (kelapa muda) gading.
Pura Dalem Pengembak di Sanur merupakan tempat yang sakral bagi umat Hindu Bali untuk melukat dan memohon penyembuhan.
Baca Juga: UPDATE Pabrik Narkoba di Bali, Sederet Fakta Terungkap, Nilai Barang Bukti Tembus Rp11,5 Miliar
Kini pura ini terus menjadi tempat yang penting bagi umat Hindu Bali untuk membersihkan diri dan mencari berkah. (*)
Editor : Nyoman Suarna