Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Beji Tempat Melukat Umat Hindu Bali di Sangeh Ini Sangat Ajaib: Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit Mata dan Kulit, Tapi Ini Pantangannya!

Nyoman Suarna • Rabu, 15 Mei 2024 | 16:35 WIB
BEJI: Beji di Sangeh ini diyakini sangat ajaib. Dipercaya bisa sembuhkan penyakit mata dan kulit dengan melukat. Banyak umat Hindu Bali yang melukat ke beji ini.
BEJI: Beji di Sangeh ini diyakini sangat ajaib. Dipercaya bisa sembuhkan penyakit mata dan kulit dengan melukat. Banyak umat Hindu Bali yang melukat ke beji ini.

BALI EXPRESS - Beji dipercaya sebagai permandian sakral bagi Ida Bhatara atau dewa-dewi umat Hindu di Bali.

Tak heran jika beji sering dikeramatkan umat Hindu Bali.

Salah satu beji yang sangat ajaib dan disakralkan umat Hindu Bali adalah Beji Pura Taman Sari di Banjar Muluk Babi, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali.

Air dari beji ini dipercaya mampu menyembuhkan penyakit, terutama sakit mata dan kulit.

Beji Pura Taman Sari adalah bagian dari Pura Taman Sari, yang bersebelahan dengan objek wisata Sangeh dan terkait erat dengan Pura Bukit Sari Sangeh.

Terletak sekitar 30 meter dari pura, beji ini dapat dijangkau melalui jalan setapak.

Air di Beji Taman Sari berasal dari Tanah Wuk yang terletak di sebelah utaranya.

Menurut Jro Mangku Istri Pura Taman Sari, Ni Nyoman Seleg yang diwawancarai Bali Express Jawa Pos Group pada tahun 2017 silam, beji ini sering digunakan untuk ritual melukat, terutama saat Banyu Pinaruh (sehari setelah Hari Saraswati).

Umat Hindu yang datang untuk melukat berasal dari berbagai daerah di Bali.

Untuk melukat, umat Hindu Bali harus mendatangi Jro Mangku untuk pendampingan.

Sarana yang dibawa untuk melukat adalah pejati dan canang.

Ritual melukat dimulai dengan mandi di pancuran yang terletak sebelah beji. Setelah itu baru melukat di depan palinggih beji, memohon anugerah Ida Bhatara Wisnu dan Bhatari Gangga.

Beji ini juga digunakan untuk mohon obat (nunas tamba).

Umat yang memiliki penyakit mata atau kulit seperti cacar dan bisul, mandi di pancuran tersebut dengan membasuh bagian yang sakit.

Menariknya, air dari pancuran ini boleh digunakan untuk sakit mata meski biasanya dilarang terkena air dingin.

Mereka yang sembuh dari penyakitnya, biasanya kembali membawa pejati atau banten sebagai ungkapan syukur.

Tidak ada pantangan khusus untuk tangkil ke beji, kecuali saat cuntaka, seperti haid atau ada anggota keluarga yang meninggal.

Umat juga diingatkan untuk tidak berpikir, berkata, dan bertingkah laku yang tidak patut.

Bagi yang nunas tamba, disarankan menjalankan brata dengan tidak makan daging berkaki empat hingga penyakit sembuh.

Banyak umat yang mengalami kesembuhan setelah melukat di beji ini.

Di antaranya seorang warga yang wajahnya penuh bisul dan bernanah yang akhirnya sembuh setelah melukat di beji ini.

Hingga saat ini Beji Pura Taman Sari di Sangeh dipercaya sebagai tempat melukat sekaligus memohon kesembuhan dari penyakit kulit dan sejenisnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#melukat #bali #Beji #pantangan #hindu bali #Penyakit #hindu #kulit #pura #mata