Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UNIK! Melukat di Pura Campuhan Windhu Segara Diberi Pasir, Digunakan untuk Netralisir Pekarangan Rumah

Nyoman Suarna • Sabtu, 18 Mei 2024 | 20:04 WIB
PASIR: Jika melukat di Pura Campuhan Windhu Segara, Denpasar Bali, umat Hindu akan diberi segenggam pasir untuk netralisir pekarangan rumah.
PASIR: Jika melukat di Pura Campuhan Windhu Segara, Denpasar Bali, umat Hindu akan diberi segenggam pasir untuk netralisir pekarangan rumah.

BALI EXPRESS - Pura Campuhan Windhu Segara merupakan salah satu tempat bagi umat Hindu Bali untuk melukat.

Di samping tempat untuk sembahnyang, pura yang terketak di kawasan Pantai Padanggalak, Desa Kesiman, Denpasar, Bali ini kerap dikunjungi umat untuk melukat.

Hampir tiap hari ada saja umat Hindu yang tidak hanya  dari Bali tetapi juga di luar Bali melukat.

Uniknya, setelah melukat, para pemedek diberikan pasir dan tirta untuk netralisir pekarangan.

Sehingga tidak hanya bhuawana alit (diri sendiri) yang disucikan, tetapi juga bhuwana agung (lingkungan) tempat tinggal umat Hindu.

Maha Guru Aitriya Narayana, pendiri Pura Campuhan Windhu Segara menyampaikan, setelah malukat, mereka diberikan segenggam pasir laut dan tirta untuk membersihkan bhuwana agung, yaitu pekarangan rumah masing-masing.

Maha Guru menyebutkan, setiap hari ada saja umat Hindu yang melukat di tempat tersebut.

Pasir yang diberikan setelah malukat berfungsi sebagai pembersih mala di pekarangan rumah.

"Selain diri sendiri atau bhuawana alit yang dibersihkan dengan malukat, bhuwana agung yaitu pekarangan rumah juga harus dibersihkan,” paparnya.

Pasir itu, lanjutnya, ditaburkan di pekarangan, dari merajan, halaman rumah hingga lebuh, lalu disiram dengan tirta dari Pura Campuhan Windhu Segara.

Dewa Gede Ariana, salah satu pamedek yang baru pertama kali malukat, mengaku mendapatkan informasi tentang tempat ini dari rekan kerjanya.

Campuhan adalah pertemuan beberapa sumber mata air. Di tempat ini ada pertemuan air sungai dan laut.

“Saya mencoba malukat di sini atas saran teman kerja yang mengatakan tempat ini sangat baik untuk malukat. Perlengkapannya juga tidak ribet, hanya perlu membawa pejati dan bungkak," jelas Ariana.

Dewa Gede Ariana merasakan aura yang berbeda setelah malukat di tujuh lokasi dalam pura.

"Saya merasakan pikiran lebih ringan dan perasaan negatif hilang. Mungkin karena tempat ini memang cocok untuk pembersihan diri, sehingga banyak pamedek datang sejak subuh," tambahnya.

Editor : Nyoman Suarna
#melukat #bali #Netralisir #hindu bali #hindu #pura #Pura Campuhan Windhu Segara #pasir #pekarangan