Pura Batur Sri Murti: Dipercaya Umat Hindu Bali sebagai Tempat Memohon Keturunan dan Kesembuhan di Tabanan
I Putu Suyatra• Rabu, 22 Mei 2024 | 14:36 WIB
Pura Batur Sri Murti di Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali
TABANAN, BALI EXPRESS – Bagi umat Hindu Bali yang yakin dan percaya, Pura Batur Sri Murti di Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, menjadi tempat sakral untuk memohon keturunan dan kesembuhan.
Pura ini memiliki beberapa palinggih yang dipercaya memiliki kekuatan khusus untuk mengabulkan permohonan.
Palinggih Saren Kauh: Memohon Keturunan
Salah satu palinggih yang berada di Madya Mandala Pura Batur Sri Murti adalah Palinggih Saren Kauh.
Ini merupakan Linggih Ratu Biang Sakti.
Umat Hindu Bali yang memohon keturunan sering mengunjungi palinggih ini, dengan keyakinan kuat bahwa doa mereka akan terkabul.
Palinggih Saren Kangin: Memohon Kesembuhan
Bagi umat yang memohon obat atau kesembuhan dari penyakit, Palinggih Saren Kangin yang merupakan Linggih Ratu Mas Manik menjadi tempat utama.
"Banyak umat yang memohon kesembuhan berasal dari pawisik atau mimpi," ungkap Jero Mangku Pura Batur Sri Murti, I Wayan Wetera.
"Mereka datang dan nunas di Palinggih Saren Kangin, lalu diberikan petunjuk untuk mengambil tiga jenis dedaunan di areal Utama Mandala sebagai obat," jelas Jero Mangku Pura Batur Sri Murti, I Wayan Wetera.
Keunikan dan Simbol Kesuburan
Di areal Pura Batur Sri Murti, tumbuh berbagai macam tumbuhan seperti Majegau, Naga Sari, Kayu Sugih, Temen Hitam, dan Temen Hijau.
Keunikan lain pernah terjadi di Palinggih Saren Kauh, di mana secara tiba-tiba tumbuh padi yang berbuah sebanyak 9 biji.
Padi ini diyakini sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.
Palinggih Ratu Made Bebotoh
Palinggih Ratu Made Bebotoh, yang berada di pintu masuk Utama Mandala, juga menarik perhatian.
Menurut Jero Mangku Wetera, palinggih ini dikenal sebagai palinggih wali.
Pada zaman dahulu, ada prosesi ngaplugang telur dan kelapa (nyuh) yang diisi dengan uang toh, layaknya orang Matajen.
"Biasanya uang toh menggunakan uang bolong dua ratus di akhir pujawali. Dewanya berstana di palinggih itu," ujarnya.
Ritual Khusus
Untuk bebantenan di palinggih utama, tidak diperkenankan menggunakan ulam bawi (daging babi), melainkan hanya ulam bebek.
Ini adalah bagian dari ritual khusus yang harus diikuti oleh umat yang datang untuk bersembahyang.
Pura Batur Sri Murti tetap menjadi tempat penting bagi umat Hindu di Bali untuk memohon berkah, kesuburan, dan kesehatan.
Integritas dan keyakinan yang kuat dari para umat menjadikan pura ini sebagai salah satu situs spiritual yang sangat dihormati. ***