Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini alasan Umat dari Jawa Getol Melukat di Tengah Hutan Cekik saat Malam Hari

I Putu Mardika • Kamis, 23 Mei 2024 | 02:53 WIB

Pura Sumur Kembar di Hutan Cekik, ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, Jembrana
Pura Sumur Kembar di Hutan Cekik, ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, Jembrana
GILIMANUK, BALI EXPRESS-Seperti pura pada umumnya di Bali yang terdapat tempat melukat, pemedek yang hendak nangkil tentu membawa sarana yang akan dipersembahkan saat melukat.

Begitu juga saat melukat di Pura Sumur Kembar, areal Hutan Cekik di kawasan Gilimanuk, Jembrana,Bali.

Pemangku Pura Sumur Kembar, Jro Mangku Putu Darmawa mengatakan bagi yang ingin malukat, selain pejati adapun sarana yang dianjurkan dibawa.

Sarana tersebut akan dipersembahkan dan digunakan dalam proses pelukatan.

Baca Juga: Patut Dicoba!!Sensasi Melukat di Pura Sumur Kembar di tengah Hutan Cekik Gilimanuk

Rinciannya, berupa bunga cempaka putih, bunga mawar merah, bunga sandat, bunga teratai biru, teratai putih, dan bungkak nyuh gadang atau kelapa muda hijau.

Sarana tersebut dibawa oleh masing-masing orang yang ingin malukat.

“Kalau pemedek ingin melukat, bisa disiapkan sarana itu dari rumah masing-masing,” ungkapya.

Di dalam areal pura terdapat permandian yang dibedakan untuk tempat mandi bagi pria dan Wanita.

Tetapi, pemedek yang hendak melukat harus menimba air di kedua air sumur dan mengisinya di tempat yang telah disediakan.

Setelah itu barulah dilukat oleh pemangku di kedua sumur.

Sumur tempat melukat di Pura Sumur Kembar, di tengah Hutan Cekik, Gilimanuk, Jembrana
Sumur tempat melukat di Pura Sumur Kembar, di tengah Hutan Cekik, Gilimanuk, Jembrana

Baca Juga: Menelusuri Jejak Kuno Pura Penataran Sasih di Gianyar Bali: Legenda Bulan Jatuh dan Peninggalan Bersejarah

Selain umat Hindu dari Bali, banyak juga umat lain dari Jawa yang nangkil ke Pura Sumur Kembar. Mereka mempercayai keberadaan pura tersebut, dan melakukan penglukatan.

Dari beberapa pengalaman, kebanyakan umat yang nangkil datang pada malam hari, saat hari hari tertentu, seperti purnama, tilem dan hari suci lainnya.

Pertimbangannya karena merasa lebih kusyuk dan tidak diganggu kera yang ada di kawasan pura.

Selain melukat di pura sumur kembar, umat yang nangkil juga bisa melukat di areal Pantai, karean pura ini dekat dengan Pantai.

“Jadi pemedek yang nangkil tidak hanya dari Bali, tetapi Jawa juga. Mereka mendapat informasi itu ada dari mulut ke mulut, bahkan lewat media sosial,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #gilimanuk #Sumur Kembar #hindu bali #hindu #pura #jembrana