Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Memiliki Tujuan di Luar Kemampuan Manusia, Pemimpin Ritual Tradisi Ngusaba Memedi di Desa Bungaya Dipilih Secara Gaib: Begini Tahapannya!

I Putu Mardika • Senin, 27 Mei 2024 | 16:30 WIB
TAHAPAN NGUSABA MEMEDI: Pelaksanaan tradisi Ngusaba Memedi di Desa Bungaya memiliki beberapa tahapan, dipimpin oleh orang yang dipilih secata gaib.
TAHAPAN NGUSABA MEMEDI: Pelaksanaan tradisi Ngusaba Memedi di Desa Bungaya memiliki beberapa tahapan, dipimpin oleh orang yang dipilih secata gaib.

BALI EXPRESS - Ngusaba memedi merupakan salah satu tradisi unik yang dilaksanakan umat Hindu Bali di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali.

Tradisi Ngusaba Memedi ini digelar setiap satu tahun sekali.

Puncak Ngusaba Memedi digelar pada Sasih Kapitu bertepatan dengan Kajeng Kliwon.

“Pelaksanaan Ngusaba Memedi di Desa Bungaya, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap alam,” kata Tabeng Wijang Desa Adat Bungaya, De Kubayan Wayan.

Hal ini, terangnya,  tidak terlepas dari konsep kepercayaan masyarakat Desa Bungaya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah prosesi yang dilaksanakan dalam pelaksanaan Ngusaba Memedi, sejak persiapan hingga acara puncak.

Pelaksanaan Ngusaba Memedi diawali dengan Ngaturang Banten Penyagaan.

Ngaturang Banten Penyagaan atau nyaga (menjaga) merupakan simbol untuk menangkal hal-hal yang bersifat negatif.

Ngaturang Banten Penyagaan dilakukan di depan pelinggih/pura.

Kemudian diikuti oleh krama adat lainnya yang memasang banten penyagaan di sepanjang jalan desa atau di depan pintu keluar rumah penduduk.

Hal ini juga dilaksanakan di pintu masuk gang, dengan tujuan agar marabahaya atau hal yang bersifat negatif tidak dapat menganggu kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya termasuk hewan dan tumbuhan

Setelah dilaksanakannya ngaturang banten penyagaan, tahap selanjutnya adalah pembuatan banten Ngusaba Memedi.

Banten tersebut dibuat oleh orang-orang terpilih yang ditunjuk sebagai juru banten.

Pembuatan banten ini hanya dilakukan oleh orang tertentu saja. Kegiatan ini bertempat di Pura Desa.

“Pembuatan banten ini berlangsung dari pagi hari hingga sore hari. Banten tersebut akan langsung dibawa ke Pura Pemuhunan saat puncak upacara Ngusaba Memedi,” paparnya.

Puncak pelaksanaan Ngusaba Memedi dilakukan menjelang matahari terbenam.

Prosesi diawali dengan menghaturkan banten caru dan banten kaos kapal.

“Lalu banten tersebut dipersembahkan di Pura Pemuhunan yang dipimpin oleh De Kebayan Wayan. Beliau orang yang terpilih secara niskala sebagai orang suci yang memimpin upacara di Desa Bungaya,” ungkapnya.

Editor : Nyoman Suarna
#desa bungaya #memedi #hindu bali #ngusaba #tradisi