Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hari Suci Purnama dan Tilem: Penjelasan Makna dan Perayaan Umat Hindu Bali

I Putu Suyatra • Selasa, 28 Mei 2024 | 15:18 WIB
Purnama
Purnama

DENPASAR, BALI EXPRESS - Purnama dan Tilem adalah dua hari suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu, khususnya di Bali.

Purnama jatuh setiap malam bulan penuh (Sukla Paksa), sedangkan Tilem dirayakan setiap malam bulan mati (Kresna Paksa).

Kedua hari suci ini dirayakan setiap 29 atau 30 hari sekali.

Mangku I Wayan Satra menjelaskan bahwa pada hari Purnama, umat Hindu melakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Candra atau Dewa Bulan, sedangkan pada Tilem, pemujaan ditujukan kepada Sang Hyang Surya.

"Keduanya adalah manifestasi dari Sang Hyang Widhi Wasa yang berfungsi sebagai pelebur segala kekotoran (Mala)," kata Mangku Satra kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Pada kedua hari ini, Mangku Satra menambahkan, umat Hindu hendaknya melaksanakan persembahyangan dan upacara yadnya.

Beberapa sloka yang berkaitan dengan hari suci Purnama dan Tilem ini terdapat dalam Lontar Sundarigama.

Umat Hindu sangat meyakini kesucian tinggi pada hari Purnama, yang disebut 'Devasa Ayu' atau hari baik.

Setiap hari suci yang bertepatan dengan Purnama disebut 'Nadi'.

"Namun, tidak semua hari Purnama disebut ayu, tergantung juga dari petemon dina dalam wariga," jelas Mangku Satra.

Tilem merupakan manifestasi dari Sang Hyang Rudra sebagai wujud Sang Hyang Yamadipati (Dewa Kematian) dengan kekuatan Pralina (Pamulihan Maring Sanngkan Peran).

Karenanya, umat Hindu secara tekun melaksanakan persembahan dan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dalam Purwana Tattwa Wariga dijelaskan bahwa persembahan pada Tilem bertujuan agar roh umat Hindu yang tekun bersembahyang tidak tersesat (masuk neraka) setelah meninggal dunia.

"Sebaliknya, roh mereka diberikan jalan ke swarga loka oleh Sang Hyang Yamadipati," tambah Mangku Satra.

Menurut sastra Agama Hindu, Lontar Purwa Gama menuntun umat Hindu untuk selalu melaksanakan suci laksana, khususnya pada hari suci Purnama dan Tilem.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kesucian diri, terutama bagi para wiku atau pemuka agama, untuk kesejahteraan alam dan isinya.

"Semua makhluk akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, tergantung pada tingkat kesucian masing-masing," kata Mangku Satra.

Proses penyucian diri dalam agama Hindu menekankan pada 'Suci Laksana', yang mencakup pelaksanaan Catur Yoga.

"Catur Yoga ini dapat menyucikan Stula Sarira (badan kasar) dan Suksma Sarira (Atma) yang ada pada diri manusia, khususnya umat Hindu Bali," ujar Satra.

 

Makna dan Upacara

Kesucian dan Keberuntungan

Penyucian Diri

Kesimpulan

Purnama dan Tilem adalah hari suci penting bagi umat Hindu untuk melakukan penyucian diri, memohon berkah, dan mencapai kedamaian spiritual.

Umat Hindu di Bali merayakan hari-hari ini dengan penuh khusyuk dan dedikasi. *** 

Baca Juga: Misteri Setra Gandamayu di Bali: Kuburan Berbau Mayat, Penampakan Ular, dan Pusat Anugerah

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Lontar Sundarigama #Lontar Purwa Gama #bali #tilem #hindu #makna #purnama