Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Purnama dan Tilem bagi Hindu Bali: Hari Baik untuk Pemujaan, Tapi Ada Hari yang Harus Dihindari, Namanya Berek Tawukan

I Putu Suyatra • Selasa, 28 Mei 2024 | 16:22 WIB
Purnama bagi umat Hindu Bali
Purnama bagi umat Hindu Bali

BALI EXPRESS - Purnama dan Tilem menjadi acuan penting bagi individu dalam melakukan persembahan, datang setiap 30 hari sekali.

Dari Purnama menuju Tilem berselang 14-15 hari, membuatnya mudah diingat.

Masyarakat Bali menganggap kedua hari ini sangat baik untuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Candra saat Purnama dan Sang Hyang Rudra saat Tilem, masing-masing dengan fungsinya sendiri.

Mangku I Wayan Satra kepada Bali Express (Jawa Pos Group) menjelaskan bahwa tujuan utama dari pemujaan ini adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada alam semesta beserta isinya.

Namun, tidak selamanya Purnama atau Tilem adalah hari baik untuk pemujaan, tergantung pada petemon dina di dalam wariga.

Hal ini biasanya tergantung dari pertemuan Tri wara, Panca wara, dan Sapta wara.

Hari Berek Tawukan, misalnya, adalah pertemuan antara Kajeng, Kliwon, Sabtu (Saniscara), dan Purnama, di mana umat Hindu tidak diperkenankan melakukan pemujaan atau upacara Yadnya.

Sang Wiku juga tidak boleh melaksanakan puja pada hari ini.

Lontar Purwana Tattwa Wariga menyebutkan bahwa pada hari Berek Tawukan, tidak diperbolehkan melakukan pemujaan.

"Selain itu, hari Kala Paksa yang bertemu dengan Purnama juga sangat tidak disarankan untuk upacara atau pemujaan," katanya.

Ketika Kala Paksa bertemu dengan Purnama, bhuta kala menguasai hari itu, sehingga pemujaan akan mubazir karena yang dipuja adalah bhuta kala.

Mangku Satra menjelaskan bahwa umat yang melaksanakan bakti pada hari ini dapat mengalami kesialan atau kurang harmonis, sesuai dengan sifat bhuta kala.

Dengan memahami pertemuan hari-hari ini, umat Hindu dapat menentukan waktu terbaik untuk melaksanakan persembahan dan pemujaan, menghindari hari-hari yang kurang baik seperti Berek Tawukan dan Kala Paksa yang bertemu dengan Purnama, demi menjaga kesejahteraan dan harmoni dalam kehidupan.

Makna dan Ritual
  • Purnama: Dirayakan setiap 30 hari sekali, melambangkan kesucian, kejernihan, dan kedamaian. Umat Hindu melakukan persembahyangan dan meditasi untuk memohon penyucian diri, ketenangan pikiran, dan moksa.
  • Tilem: Dirayakan setiap 30 hari sekali, melambangkan kekuatan, transformasi, dan penciptaan kembali. Umat Hindu melakukan persembahyangan dan meditasi untuk memohon kekuatan untuk melawan kejahatan, memohon keselamatan, dan memohon agar roh yang meninggal mendapat tempat yang layak.

Hari Baik dan Hari yang Harus Dihindari

  • Hari Baik: Umumnya, Purnama dan Tilem dianggap sebagai hari baik untuk melakukan pemujaan. Namun, Mangku I Wayan Satra menjelaskan bahwa ada beberapa hari yang harus dihindari, yaitu:
    • Hari Berek Tawukan: Pertemuan Kajeng, Kliwon, Sabtu (Saniscara) dan Purnama. Umat Hindu tidak diperkenankan melakukan pemujaan dan upacara Yadnya. Sang Wiku juga tidak boleh melaksanakan pujanya pada hari itu.
    • Kala Paksa: Pertemuan Kala Paksa dengan Purnama. Upacara dan pemujaan tidak disarankan, termasuk bagi Sang Wiku. Dipercaya bahwa pada hari ini, yang dipuja adalah bhuta kala, sehingga pemujaan menjadi mubazir.
  • Alasan Menghindari Hari-hari Tertentu:
    • Dipercaya bahwa pada hari-hari tersebut, energi negatif lebih kuat sehingga pemujaan tidak optimal.
    • Melaksanakan pemujaan pada hari-hari tersebut dapat membawa kesialan dan kurang harmonis.

Baca Juga: Dulu Terkenal Angker, Kini Jadi Tempat Melukat Favorit, Dari Memohon Kesembuhan hingga Keturunan

Kesimpulan

Purnama dan Tilem merupakan hari suci yang penting bagi umat Hindu untuk melakukan pemujaan dan penyucian diri.

Namun, penting untuk memahami hari-hari yang harus dihindari agar pemujaan lebih optimal dan membawa keberuntungan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Berek Tawukan #bali #tilem #kala paksa #hindu #bhuta kala #Lontar Purwana Tattwa Wariga #purnama