Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MENAKJUBKAN! Guwungan: Lebih dari Sekadar Sangkar Ayam, Simbol Magis dan Penolak Bala dalam Tradisi Hindu Bali

I Putu Suyatra • Rabu, 29 Mei 2024 | 01:52 WIB

Guwungan
Guwungan

BALI EXPRESS -  Guwungan, bukan hanya sangkar ayam bagi umat Hindu di Bali. Di balik bentuknya yang unik dan anyamannya yang khas, guwungan menyimpan makna ritual dan kepercayaan magis yang mendalam.

Simbolisme Magis Guwungan

Di balik fungsinya sebagai tempat ayam aduan, guwungan dipercaya memiliki kekuatan magis atau taksu.

Konon, guwungan yang dilangkahi, diduduki, atau diletakkan di bawah jemuran pakaian dapat membawa sial bagi ayam di dalamnya.

Baca Juga: Fungsi dan Makna Guwungan Bali: Sangkar Ayam yang Kaya Makna dan Ritual Hindu

Kepercayaan ini dikaitkan dengan ritual penyucian guwungan menggunakan sapsap saat hari suci tumpek kandang.

Kepercayaan lain menyebutkan, guwungan berfungsi sebagai penolak bala.

Konon, lubang-lubang pada guwungan bagaikan ratusan mata yang dapat mengalihkan perhatian makhluk halus dan membuat mereka lupa niat jahatnya.

Penjelasan dari Sudut Pandang Budaya dan Logika

Akademisi UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Ketut Sumadi, M.Par, menjelaskan bahwa kepercayaan tradisional seperti itu sah-sah saja.

Keberadaan simbol-simbol dalam kehidupan masyarakat Bali yang religius memang seringkali dikaitkan dengan kepercayaan mereka.

Baca Juga: Purnama dan Tilem bagi Hindu Bali: Hari Baik untuk Pemujaan, Tapi Ada Hari yang Harus Dihindari, Namanya Berek Tawukan

Namun, Sumadi juga memberikan penjelasan logis. Ayam adalah hewan yang peka.

Ketika ada gangguan, mereka akan menunjukkan reaksi refleks yang disebut "rengas" dalam Bahasa Bali.

Hal ini dapat menjadi "alarm" terhadap bahaya yang mendekat.

Di samping itu, ayam juga memiliki peran penting dalam upacara adat. Memelihara ayam merupakan kebutuhan tradisional masyarakat Bali.

Guwungan: Pelindung Sekala dan Niskala

Dalam ritual mengubur ari-ari, guwungan digunakan sebagai penutup dan pelindung.

Menurut Sumadi, secara filosofi, guwungan juga bermakna sebagai pelindung, baik secara sekala (nyata) maupun niskala (gaib). Secara sekala, guwungan mencegah binatang menggali tempat penguburan ari-ari.

Baca Juga: SIAP-SIAP!!Melukat di Pura Kedatuan Raksa Sidhi Bisa Muntah-Muntah jika Ada Penyakit

Secara niskala, jika dieja secara modre, kata "Guwungan" terdiri dari aksara Gem, Ung, Wang, dan Ang yang memiliki makna perlindungan dan tuntunan dari Ida Sang Hyang Widhi.

Secara niskala, guwungan diyakini membawa makna spiritual yang mendalam, seperti:

Kesimpulan

Sumadi menekankan pentingnya memahami makna di balik benda-benda tradisional Bali.

Banyak hal yang sarat makna sering kali disederhanakan menjadi mitos dalam masyarakat modern.

"Sebagai generasi yang memiliki pengetahuan, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa hal-hal itu tidak berguna. Cobalah menggali makna yang tersimpan di baliknya dengan mempelajari dan memahami secara lebih dalam," tandasnya.

Guwungan merepresentasikan lebih dari sekadar sangkar ayam. Di balik bentuknya yang sederhana, guwungan menyimpan makna ritual, filosofi, dan kepercayaan magis yang menjadi bagian integral dari tradisi Bali.

Memahami simbolisme guwungan dapat membantu kita untuk lebih menghargai kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Bali. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#guwungan #ritual #bali #Ari-Ari #hindu #simbol