Mulai untuk pengobatan non medis hingga memohon untuk awet muda.
Kepala Desa Duda Timur, Gede Pawana menceritakan, Air Terjun di Pelukatan Sudamala ini sebagai pelukatan untuk Awet muda.
Ia menyebut, sudah banyak para tetuanya yang dekat di areal tersebut membuktikannya.
“Sudah kita lihat tetua yang disana melukat di Jagasatru umurnya panjang-panjang. Ada yang 95 tahun, 100 tahun, 115 tahun. Tidak hanya awet muda, fisiknya masih kuat, masih oke. Kami percaya bahwa disana untuk memohon umur panjang,” katanya.
Baca Juga: Healing Sambil Melukat: Penglukatan Jaga Satru di Desa Duda Timur Solusinya
Ditanya terkait prosesi pelukatan, Mekel Pawana menyebut sebelum melukat tetap diawali dengan proses persembahyangan agar diberikan kelancaran saat melukat.
Sarananya pun bebas. Pemedek bisa membawa canang sari hingga pejati untuk melukat di areal ini.
Prosesi melukat dimulai dari arah paling barat, lalu naik ke pancoran berikutnya. Karena ada lima pancoran disana.
“Semua bisa digunakan untuk melukat. Semua pancoran bertuah,” katanya.
Ia tak menampik, ada berbagai kisah mistis yang berkembang di masyarakat.
Ia meyakini bahwa di air Terjun Jaga Satru dijaga oleh seekor naga.
Banyak orang meyakini kalau itu benar karena banyak yang pernah melihat.
“Tidak hanya pembicaraan di kalangan intern. Banyak yang penekun spiritual melihatnya. Dan meyakini kalau itu penjaganya,” imbuhnya.
Disinggung terkait pantangannya, Mekel Pawana mengaku tidak ada pantangan khusus untuk melukat di areal ini.
Pawana menyarankan, bagi pemedek wanita yang hendak Melukat agar tidak dalam kondisi datang bulan.
“Yang lain bisa. Selama tidak datang bulan. Bagi pengunjung yang ingin melukat, tentunya harus membawa kamben sebagai busana untuk melukat.” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika