Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Hanya Punya View Indah, Melukat di Jaga Satru Desa Duda Timur diyakini Bikin Panjang Umur

I Putu Mardika • Kamis, 30 Mei 2024 | 05:02 WIB

Penglukatan Jaga Satru di Desa Duda Timur sebagai tempat melukat yang diyakini dapat membuat panjang umur
Penglukatan Jaga Satru di Desa Duda Timur sebagai tempat melukat yang diyakini dapat membuat panjang umur
KARANGASEM, BALI EXPRESS-Seperti tempat pelukatan pada umumnya yang memiliki khasiat, Pelukatan Sudamala di kawasan Air Terjun Jaga Satru memiliki khasiat yang sudah teruji.

Mulai untuk pengobatan non medis hingga memohon untuk awet muda.

Kepala Desa Duda Timur, Gede Pawana menceritakan, Air Terjun di Pelukatan Sudamala ini sebagai pelukatan untuk Awet muda.

Ia menyebut, sudah banyak para tetuanya yang dekat di areal tersebut membuktikannya.

“Sudah kita lihat tetua yang disana melukat di Jagasatru umurnya panjang-panjang. Ada yang 95 tahun, 100 tahun, 115 tahun.  Tidak hanya awet muda, fisiknya masih kuat, masih oke. Kami percaya bahwa disana untuk memohon umur panjang,” katanya.

Baca Juga: Healing Sambil Melukat: Penglukatan Jaga Satru di Desa Duda Timur Solusinya

Ditanya terkait prosesi pelukatan, Mekel Pawana menyebut sebelum melukat tetap diawali dengan proses persembahyangan agar diberikan kelancaran saat melukat.

Sarananya pun bebas. Pemedek bisa membawa canang sari hingga pejati untuk melukat di areal ini.

Prosesi melukat dimulai dari arah paling barat, lalu naik ke pancoran berikutnya. Karena ada lima pancoran disana.

“Semua bisa digunakan untuk melukat. Semua pancoran bertuah,” katanya.

Ia tak menampik, ada berbagai kisah mistis yang berkembang di masyarakat.

Ia meyakini bahwa di air Terjun Jaga Satru dijaga oleh seekor naga.

Air Terjun Jaga Satru yang berada di Desa Duda Timur, Karangasem diyakini dijaga Seekor Naga
Air Terjun Jaga Satru yang berada di Desa Duda Timur, Karangasem diyakini dijaga Seekor Naga

Banyak orang meyakini kalau itu benar karena banyak yang pernah melihat.

“Tidak hanya pembicaraan di kalangan intern. Banyak yang penekun spiritual melihatnya. Dan meyakini kalau itu penjaganya,” imbuhnya.

Disinggung terkait pantangannya, Mekel Pawana mengaku tidak ada pantangan khusus untuk melukat di areal ini.

Baca Juga: Pura Gua Giri Putri: Tempat para Pertapa yang Kini Jadi Tempat Melukat Hindu Bali di Tengah Gua Nusa Penida, Diyakini Sebagai Stana Dewa Siwa

Pawana menyarankan, bagi pemedek wanita yang hendak Melukat agar tidak dalam kondisi datang bulan.

“Yang lain bisa. Selama tidak datang bulan. Bagi pengunjung yang ingin melukat, tentunya harus membawa kamben sebagai busana untuk melukat.” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika