BADUNG, BALIEXPRESS - Bagi warga yang sakit, belum punya pasangan alias jomlo, atau sudah pasangan namun belum memiliki anak, maka Taman Beji di Banjar Semeng, Desa Adat Samuan, Petang, Badung, bisa jadi jawabannya. Sebab, telah banyak kisah sukses pasangan yang dikaruniai buah hati setelah melukat di wisata religi ini.
Lebih dari sekadar perjalanan spiritual, melukat di Taman Beji Samuan juga menawarkan wisata alam yang asri dan menyejukkan.
Perjalanan menuju beji ini dikelilingi pepohonan rindang, mengantarkan pemedek pada suasana hening dan damai.
Juru Sapuh Taman Beji Samuan, Made Narsa, menceritakan kisah seorang pemedek yang membawa anaknya yang sakit parah ke Beji.
Ajaibnya, keesokan harinya sang anak sudah pulih dan diizinkan pulang dari rumah sakit.
Kisah lain datang dari pasangan yang telah menikah selama delapan tahun tanpa dikaruniai anak.
Setelah melukat di Taman Beji Samuan, lima bulan kemudian sang istri hamil dan melahirkan anak yang sehat.
Narsa mengungkapkan bahwa banyak kisah serupa yang menjadi bukti kesidhian atau ampuhnya tempat melukat ini.
Ia menekankan pentingnya niat yang kuat dan keikhlasan bagi para pemedek yang ingin melukat.
Taman Beji Samuan tak hanya dikunjungi umat Hindu, tetapi juga umat non-Hindu dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali. Siapapun dapat datang untuk melukat, dengan syarat mengenakan sarung.
Bagi pemedek yang baru pertama kali melukat di Taman Beji Samuan, Narsa menyarankan untuk membawa pejati dan maturpiuning (memberitahukan) bahwa mereka sedang melakukan ritual panglukatan pertama. Sedangkan pada kunjungan selanjutnya hanya perlu mengaturkan canang.
Narsa membeberkan, di kawasan beji terdapat empat palinggih, yaitu Pelinggih Puseh Desa, Ida Ratu Gede, Ida Ratu Niang, dan Ida Rambut Sedana.
Pemedek yang memohon jodoh dan keturunan biasanya diarahkan untuk sembahyang di Palinggih Ida Ratu Niang.
Sementara pemedek yang ingin nunas tamba (menyembuhkan penyakit) disarankan untuk bersembahyang di Palinggih Ida Rambut Sedana atau Ida Ratu Niang.
Narsa menceritakan kisah seorang wanita muda yang diruwat yang diyakini terkena pengaruh ilmu hitam atau nonmedis dan berhasil disembuhkan setelah sembahyang di Palinggih Ida Rambut Sedana.
Banyak orang datang ke sini untuk nunas tamba dan membersihkan diri, dan tak sedikit pula yang memohon jodoh.
"Tempat ini di sini, di Ida Ratu Niang," papar Narsa.
Sebelum melukat, ada beberapa urutan yang perlu diikuti. Pertama, maturpiuning di Palinggih Puseh Desa, kemudian sembahyang di Palinggih Ida Ratu Niang, Ida Rambut Sedana, dan palinggih lainnya. Terakhir, membersihkan diri di pancuran Sapta Rsi.
Bagi pasangan yang mendambakan momongan, Taman Beji Samuan yang diyakini ampuh bisa jadi dicoba, selain gaya hidup sehat dan konsultasi ke dokter tentunya perlu dilakukan. ***
Editor : Y. Raharyo