Penglukatan Pura Taman Sari berlokasi di Banjar Sama Griya, Desa Jehem, Tembuku, Bangli, Bali.
Dari Denpasar menempuh sekitar 42 km atau sekitar 1,5 jam, perjalanan melalui jalur bay pas Ida Bagus Mantra, menuju daerah desa Nyalian, Desa Bungbungan Kabupaten Klungkung.
Jika melalui Kota Bangli, bisa menempuh jalur Tembuku menuju Besakih, Karangasem. Dari Kota Bangli menuju lokasi berjarak sekitar lima kilometer.
Pamedek yang ingin nangkil atau dharma wisata tidak begitu sulit menemukan pura ini karena jaraknya sekitar 200 meter dari pemukiman warga di Banjar Sama Griya, Desa Jehem.
Begitu sampai, pamedek akan disambut suasana asri pepohonan besar yang masih terjaga di lembah Taman Sari.
Pura Taman Sari merupakan salah satu refrensi bagi pemedek yang hendak melukat atau melakukan persembahyangan sekaligus pembersihkan diri.
Secara supranatural, di areal ini terdapat Pangelukatan Dasamala lan Widyadari yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit nonmedis.
Disebut Pangelukatan Dasamala lan Widyadari karena di pura yang dahulunya hutan belantara itu telah dibuatkan 12 pancoran, yakni 10 pancoran berbentuk patung dewi, berfungsi untuk membersihkan diri maupun menyucikan pikiran, dan dua pancuran lagi untuk pengobatan medis maupun nonmedis.
Menurut penuturan pemangku Jro Mangku Nengah Kadi Ada dua pilihan cara malukat.
Pertama, pamedek bisa sembahyang dulu di Pura Taman Sari, kemudian membasuh diri di pancuran.
Kedua, bisa dengan malukat dulu di pancuran, baru sembahyang di pura juga bisa. Selain dua pancuran berkhasiat, terdapat 10 pancuran yang dinamai Pancoran Widyadari.
Masing-masing bernama Pancoran Pangeleburan Mala sebanyak lima pancuran, satu Pancoran Pangeleburan tolak Bala, satu Pancoran Tirta Awet Muda, satu Pancoran Kesuksesan, satu Pancoran Taksu, dan satu Tirta Spiritual bagi penekun ilmu spiritual.
“Pemedek yang hendak memohon restu terkait kelancaran usaha, kesuksesan dalam karier, dapat membasuh diri secara khusus di pancoran kesuksesan,” jelasnya.
Dikatakan Mangku Kadi, ada Pelinggih Ida Bhatara Sakti Wawu Rawuh, berisi tempat untuk berobat, karena ada pecampuan penglukatan.
Disini ada juga pelinggih Geria Samuh. Kemudian ada Pelinggih Dasamala untuk melebur kekotoran.
Ada juga Pelinggih Niang Sakti. “Kemudian pelinggih Taksu, kalau untuk jualan cocok memohon di Taksu. Tujuannya untuk mengantisipasi ada pengaruh negatif sehingga usahanya lancar,” katanya.
Ia menambahkan, bagi umat yang meminta supaya panjang umur, bisa malukat di Pancuran Tirta Awet Muda.
Sedangkan bagi yang sedang menjabat atau ingin naik jabatan, bisa malukat di Pancuran Taksu. Bagi penekun ilmu spiritual bisa malukat di Pancuran Spiritual.
“Tentu untuk memperoleh kelancaran rejeki dan bisa mendapat posisi yang bagus dalam karir harus diimbangi dengan kerja keras, berinovasi. Sehingga segala usahanya dilancarkan dan dimudahkan,” imbuhnya.
Pemedek yang nangkil juga berasal dari berbagai wilayah di Bali. Tidak jarang juga ada yang nangkil dari luar Bali. Rata-rata mereka mendapat informasi melukat ini dari mulut ke mulut.
“Saat purnama, kajeng kliwon, itu biasanya ramai pemedeknya nangkil untuk melukat,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika