Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Air Empat Warna di Pura Goa Riang Punya Efek Khusus pada Kulit: Dipercaya Umat Hindu untuk Tempat Melukat Guna Melebur Mala

Nyoman Suarna • Senin, 3 Juni 2024 | 20:04 WIB
LEBUR MALA: Tempat melukat di Pura Goa Riang memiliki mata air suci empat warna yang memiliki efek khusus pada kulit dan dapat melebur mala.
LEBUR MALA: Tempat melukat di Pura Goa Riang memiliki mata air suci empat warna yang memiliki efek khusus pada kulit dan dapat melebur mala.

BALI EXPRESS -  Sejumlah sumber mata air yang muncul secara misterius biasanya digunakan sebagai tempat melukat umat Hindu Bali karena dipercaya sebagai air suci.

Salah satunya adalah sumber mata air di Pura Goa Riang, yang terletak di Banjar Delod Sema, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Sumber mata air ini memiliki keunikan berupa empat warna berbeda dan tidak pernah surut meskipun terjadi kekeringan.

Sumber mata air di Pura Goa Riang dikenal memiliki empat warna air yang berbeda: hitam di sebelah utara, emas di sebelah barat, merah di sebelah selatan, dan perak di sebelah timur.

Menurut Jero Mangku Pura Goa Riang, I Dewa Made Dibia yang diwawancarai tahun 2018 silam, air dari sumber ini memiliki efek khusus pada kulit yang membuatnya terlihat seperti warna-warna tersebut setelah berendam.

Lokasi sumber mata air ini mudah ditemukan karena juga dimanfaatkan oleh PDAM Tabanan sebagai sumber air baku.

Namun, untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus menyusuri ratusan tangga yang menurun dari jalan utama menuju pinggir Sungai Yeh Nu.

Sumber mata air ini terletak tepat di bawah sebuah goa yang dipercayai menyimpan sejarah panjang Desa Riang Gede.

Setelah untuk melakukan persembahyangan, tempat ini juga digunakan untuk melukat bagi umat Hindu Bali yang dipercaya dapat melebur mala  dan menyucikan diri.

Salah seorang warga, I Wayan Sudhita, yang juga dosen sebuah perguruan tinggi di Bali, Pura Luhur Goa dan Beji memiliki sejarah yang sama dengan Gunung Kawi di Gianyar, dengan relief ceruk dan patung Buddha yang diperkirakan berasal dari abad ke-8.

Selain itu, sumber mata air ini juga dipercaya berkaitan erat dengan keberadaan Desa Riang Gede.

Nama Riang sendiri berasal dari kata "Rih" yang berarti air dan "Yang" yang berarti air dari Tuhan, sehingga Riang berarti air dari Tuhan.

Selain digunakan untuk ritual melukat bagi umat Hindu di Bali, sumber mata air di Pura Goa Riang juga dimanfaatkan untuk pengairan subak dan menjadi tempat masucian Ida Betara dari sembilan banjar di Desa Riang Gede.

Sumber mata air Goa Riang juga memiliki sejarah unik. Dahulu kala, ada sebuah pohon besar dekat sumber mata air ini.

Saat pohon tersebut ditebang, di dalamnya ditemukan patung seperti orang yang menuangkan tirta.

Patung ini pernah dibawa ke Kota Tabanan, namun secara ajaib kembali ke Riang Gede dengan sendirinya dan kini ditempatkan pada sumber mata air tersebut.

Editor : Nyoman Suarna
#melukat #bali #mala #air #hindu bali #hindu #Pura Goa Riang #warna