Pemandangan alam yang cantik tersebut menjadi daya tarik tersendiri di kawasan Pura Taman Beji Griya Punggul bahkan pemandangan air terjun tersebut dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata baru di kawasan Abiansemal Badung.
Pura Taman Beji Griya Manuaba diyakini sebagai tempat untuk memohon kesembuhan dari berbagai penyakit, ketenangan, kebahagiaan, jodoh, memohon keturunan, serta bagi mereka para pedagang atau pengusaha sangat cocok untuk datang memohon anugerah agar usahanya dilancarkan.
Lokasinya terletak di Banjar Trinadi, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Jika diakses dari Denpasar akan ditempuh sekitar 20 menit atau sekitar 25 kilometer.
Saat memasuki lokasi ini, pengunjung akan disuguhkan dengan deburan air dua buah air terjun yang dijadikan sarana melukat.
Selain itu suasana yang rimbun karena dikelilingi tebing membuat suasana untuk melukat kian kusyuk.
Kondisi melukat di Pura Taman Beji Griya Punggul ini tentu berbeda dengan tempat-tempat pengelukatan yang lain.
Selain itu Pura Beji umumnya berada di tepian sungai, dan biasanya hanya memiliki sebuah mata air.
Namun, berbeda dengan tempat ini justru memiliki sembilan mata air dan dua buah air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter.
Selain itu, terdapat sebuah goa di dasar tebing dengan air terjun yang deras. Suasananya begitu gelap, dan cukup mencekam. Di seputaran pura beji dihiasi patung-patung ular raksasa yang cocok menjadi spot berswafoto.
Penanggungjawab Taman Beji, Ida Bagus Eka Giri Arta menjelaskan bahwa tempat ini dikelola oleh Griya Gede Manuaba Punggul.
Meski sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun Pura Beji dibuka untuk umum beberapa tahun lalu.
Ia menjelaskan, jika pura Taman Beji dahulu digunakan sebagai tempat petirtaan untuk prosesi Melasti maupun prosesi Dewa Yadnya serta Pitra Yadnya.
Tak mengherankan jika tempat ini dikenal sangat angker. Bahkan diyakini sebagai rumah Tonya, Gamang, dan Rerencang Ida.
Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul, terdiri dari sebuah Padmasari, Lingga Yoni, sebuah Piasan, dan Pelangkiran yang terpasang di bawah Pohon Beringin. Belakangan pura ini semakin ramai untuk tempat melukat.
Pemedek yang melukat di Pura Taman Beji Griya Punggul senantiasa ramai. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Bali.
Tidak ada pantangan bagi mereka untuk nangkil ke tempat ini. Hanya saja, bagi Wanita yang cuntaka atau kotor kain tidak disarankan untuk melukat.
Umumnya mereka mengenal dari mulut ke mulut. Termasuk dari media sosial yang ramai membicarakan tempat melukat ini.
“Yang nangkil selalu ramai, dari berbagai pelosok Bali tujuannya untuk melukat. Ada memohon kelancaran rejeki, kesembuhan, kerukunan sampai jodoh, dan sudah banyak yang membuktikannya” katanya. (dik)
Editor : I Putu Mardika