Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Baru Selesai Potong Gigi, Cocok Melukat di Pancoran Widyadara-Widyadari di Pura Tirta Sudhamala

I Putu Mardika • Kamis, 6 Juni 2024 | 03:00 WIB

Pura Tirta Sudhamala di Desa Adat Sedit, Kecamatan/Kabupaten Bangli yang menjadi tempat melukat
Pura Tirta Sudhamala di Desa Adat Sedit, Kecamatan/Kabupaten Bangli yang menjadi tempat melukat
BANGLI, BALI EXPRESS-Proses melukat di Pura Tirta Sudhamala, Desa Bebalang, Kecamatan/Kabupaten Bangli, Bali melalui beberapa tahap. Pemedek nantinya akan dipandu oleh jro mangku dalam proses melukat.

Sebelum melukat, umat Hindu yang nangkil terlebih dahulu menghaturkan sarana banten pejati maupun canang sari yang dipersembahkan.

Setelah pemangku ngastawayang banten piuning pejati, pemedek diminta untuk melakukan persembahyangan dengan menghadap kea rah pancoran atau padmasana. Semua permohonan disampaikan saat berdoa.

Baca Juga: Melukat di Pura Tirta Sudhamala Bebalang, Mata Air dari Tebing Berusia Ratusan Tahun

Dikatakan Jero Mangku Ketut Kariasa ada Sembilan pancoran di areal Pura Tirta Sudhamala.

Pancoran ini tingginya sekitar 3,5 meter yang disebut Pancoran Dewata Nawa Sanga, sebagai simbolisasi perlindungan Sembilan dewa penjaga mata angin.

Sedangkan ada dua buah pancuran yang lebih rendah ketinggianya yang diyakini sebagai pengelukatan Widyadara dan Widyadari yang biasanya diperuntukan bagi orang yang baru selesai menjalani upacara mepandes atau potong gigi.

Proses melukat di Pura Tirta Sudhamala, Desa Bebalang, Kecamatan/Kabupaten Bangli melalui beberapa tahap. Pemedek nantinya akan dipandu oleh jro mangku dalam proses melukat.
Proses melukat di Pura Tirta Sudhamala, Desa Bebalang, Kecamatan/Kabupaten Bangli melalui beberapa tahap. Pemedek nantinya akan dipandu oleh jro mangku dalam proses melukat.

Terdapat juga satu buah pancuran yang khusus dipergunakan ketika ada upacara pitra yadnya. Biasanya digunakan oleh masyarakat di Bebalang dalam ritual kematian.

Proses melukat biasanya diawali dari arah utara menuju arah selatan.

Dalam melaksnaakan persembahyangan harus membaw acanang untuk dihaturkan di areal ini.

Saat penglukatan terasa seperti dilakukan pijat refleksi karena ditekan-tekan.

Baca Juga: BOLEH PERCAYA ATAU TIDAK! Tempat Melukat Umat Hindu Bali Ini Dijaga Tuyul: Dipercaya Bisa Bikin Bahagia jika Lakukan Ritual Ini.

“Banyak kisah kesusksesan pemedek yang nangkil. Ada yang mengalami sakit non medis, astungkara sembuh setelah nangkil beberapa kali, ada yang memohon kelancaran rejeki, karir, hingga keturunan,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#pancoran #melukat #bali #Tirta Sudhamala #hindu bali #bangli #hindu #dewata nawa sanga #pura