Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jika Beruntung, Pemedek bisa menemukan ini saat Melukat di Pura Beji areal Pura Geger Dalem Pemutih

I Putu Mardika • Senin, 10 Juni 2024 | 04:51 WIB

Areal Pura Taman Beji di Pura Geger Dalem Pemutih yang dijadikan tempat melukat dengan suasana vibrasi spiritual yang begitu magis
Areal Pura Taman Beji di Pura Geger Dalem Pemutih yang dijadikan tempat melukat dengan suasana vibrasi spiritual yang begitu magis
BADUNG, BALI EXPRESS-Umat Hindu Bali yang hendak nangkil ke Pura Geger Dalem Pemutih, Desa Adat Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali juga bisa dirangkaikan dengan prosesi melukat. 

Melukat dapat dilakukan di areal Pura Beji yang posisinya masih berada di areal Pura Geger Dalem Pemutih.

Di areal ini juga terdapat Pura beji tempat melukat yang masih berada dalam satu kawasan dengan pura Geger dalem Pemutih. Untuk mencapai poura beji harus berjalan melewati Semak-semak, sekitar 100 meter dari areal parkir

Sesampainya di depan pura beji, ada anak tangga. Beji ini persis berada di pinggir Pantai. Di atas karang terdapat pelinggh Ganesha dan Lingga Yoni. Aura magis begitu terasa saat menginjakkan kaki di areal ini.

Pemangku Pura Geger Dalem Pemutih Jro Mangku Nyoman Repot menjelaskan, pemedek yang nangkil untuk melukat akan beruntung Jika air lautnya surut, pemedek juga bisa melihat mata air atau kelebutan yang berada di pinggir Pantai ini.

Konon sumber mata air ini merupakan bagian dari perjalanan Ki Kebo Iwa yang berniat meminta gunung (bukit) di daerah Sawangan yang digunakan untuk mengurug Sawang Benoa.

Setelah itu beliau singgah di Pura Dalem Pemutih atau Pura Geger untuk melakukan semedi agar diberi petunjuk atau ijin untuk meminta bukit yang ada di Sawangan ini.

Setelah melakukan semedi, keluarlah sabda dari Ida Dalem Pemutih kepada Ki Kebo Iwa.

jikalau Ki Kebo Iwa mampu mengeluarkan air tawar dipesisir Pantai Geger untuk digunakan sebagai sumber air atau amerta bagi kehidupan masyarakat setempat.

maka Ki Kebo Iwa diijinkan untuk mengambil bukit atau gunung di daerah Sawangan.

Dengan demikian, Ki Kebo Iwa segera melakukan semedi (ngredana) untuk membuat sumber mata air tawar. Dengan bantuan Ratu Gede Penganyungan, yang mana Ki Kebo Iwa meminta sumber air dari beliau,

Akhirnya Ki Kebo Iwa mampu mengeluarkan sumber mata air tawar atau yeh klebutan di pesisir Pantai Geger, yang kemudian digunakan masyarakat untuk bertani, sumber kehidupan.

Bahkan dijadikan tirta dalam setiap ritual keagamaan di Pura Dalem Pemutih atau Pura Geger.

Sumber airnya dari dalam pasir dan rasanya tawar. Perpaduan air laut dan tawar ini menjadi tempat penglukatan yang tiada duanya.

Hingga saat ini, sumber mata air suci ini tetap eksis keberadaannya dan sering dijadikan tempat melukat atau berobat bagi orang yang memparcayai sumber mata air suci ini.

Khasiat tirta ada yang mengalami sakit, penglukatan dan memberikan keharmonisan dalam rumah tangga, membersihkan areal rumah tangga.

Namun, tirta ini tidak setiap hari muncul, apalagi saat air laut pasang. Diyakini, hanya pamedek beruntung karena tulus ikhlas dan diberkati yang bisa mendapatkan tirta tersebut.

“Khasiat tirta untuk penyucian diri, pengobatan, keharmonisan rumah tangga, hingga pembersihan buana agung,” katanya,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Pura Geger Dalem Pemutih #melukat #bali #Kuta Selatan #hindu bali #hindu #pura #Tirta #badung