Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini tahapan Tri Sandhya dan Kramaning Sembah dalam Hindu

I Putu Mardika • Selasa, 11 Juni 2024 | 05:14 WIB

Suasana Sembahyang di Pura Besakih
Suasana Sembahyang di Pura Besakih
BALIEXPRESS.ID-Sembahyang bagi umat Hindu menjadi kebutuhan Rohani untuk terus mendekatkan diri dengan ida Sang Hyang Widhi Wasa. Setiap mantram yang dikumandangkan juga diimbangi dengan posisi duduk yang baik dan benar.

Berikut tata cara sembahyang umat Hindu saat melakukan Tri Sandhya. Sebelum kita mulai sembahyang kita terlebih dahulu membersihkan diri dengan mulai: Ucapkan matram untuk Dupa: Om Ang Dupa Dipastra Ya Namah Swaha.

Kemudian untuk Bunga: OM Puspa Danta Ya Namah Swaha

  1. Asana:

Posisi duduk yang benar dan rapi Matram:

Om Bajra sana Ya namah Swaha (Wanita),

Om Padmasana ya namah Swaha (Laki)

Om Prasada Stiti sarira Siwa Suci Nirmala ya namah swaha

  1. Pranayama yaitu : mengheningkan pikiran hanya tertuju kepada beliau dengan kata A U M (Ang=Tarik Nafas, Ung = Tahan nafas, Mang = keluarkan nafas)
  2. Kara Sudana:

Membersihkan tangan

    -Tangan kanan tengadah: Om Kara Sudhamam swaha

    - Tangan kiri diatas: Om kara Hati sudhamam swaha

  1. Lantunkan Matram Tri Sandya.

Setelah selesai barulah mulai sembahyang. Dalam Hindu, Sembahyang dilakukan 3 x sehari atau sesuaikan dengan situasi atau Desa, Kala dan Patra.

Sembahyang dilakukan dengan Panca sembah.

  1. Muspa Puyung

Matram: Om Atma Tattvatma Suddha Mam Swaha

artinya: Oh Hyang Widhi sucikanlah diri hamba

  1. Muspa dengan Bunga (Putih) ditujukan kepada Dewa Surya (Raditya)

Matram: Om Adityasyaparam jyoti rata tejo namo stute svetapankaja madhyas thah bhaskarayo namo stute

  1. Muspa dengan Kwangen ditujukan kepada Sanghyang Widhi Wasa sebagai Ista Dewata dengan segala Manifestasinya

Matram: OM Brahma,Wisnu,Isvara Devam Tri Purusa sudhatmakam,Tri Deva Tri Murti Lokham Sarwa wigene winarsanam

  1. Muspa dg Kwangen mhn Peanugrahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar kita sll dlm lindunganNYA

Matram: Om Anugrahaka Manuhara, Devadatta Nugrahaka, Arcanam sarva pujanam,namah sarva Nugrahaka, Om Deva Devi Mahasiddhi, yajnangga nimalatmaka, Laksmi siddhisca dirgayuh nirvighna sukha vrddhisca

  1. Muspa Puyung

Matram: OM Deva suksma paramacintya ya namah Svaha 

Setelah slsi sembahyang Ida Brahmana atau Pinandita akan memberikan Tirta dan Bija sebagai Simbol kehidupan

Sebut saja Bija adalah merupakan sarana terakhir setelah sembahyang, Umumnya umat kita banyak yang tdk paham dlm penempatan bija terkadang jumlahnya berlebihan, jadi penggunaannya tidak bermakna.

  1. Bija adalah lambang kehidupan atau benih pemberian Tuhan
  2. Bija sebagai anugrah Tuhan, sebagai lambang Tumbuh dan berkembangnya kesucian diri dan meningkatkan kualitas spiritual
  3. Bija seyogyanya dibuat dari beras yg utuh artinya tdk patah dan direndam dengan air cendana agar harum

Penempatan Bija tetap memperhatikan jumlah bija yang bagus pilih yang utuh jml nya ganjil minimal 3 sbg lambang manifestasi Tuhan

  1. 3 Bija di kening denga Mantram Om Sriyam Bhawantu

Berarti Pikiran yg baik berkat anugrah Tuhan

  1. 3 Bija di pangkal Tenggorokan Mantram Om Sukham Bhawantu

Bermakna telah bersemayamnya kesucian diri

  1. 3 Bije Ditelan Mantram

Om Purnam Bhawantu

Berkat karunia Tuhan telah meningkatkan kualitas hidup seseorang

Editor : I Putu Mardika
#bali #hindu bali #hindu #Mantram #TrI Sandhya #bunga