Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berada di Tengah Hutan Bedugul, Begini Kisah Pura Pucak Sangkur tempat Bertapa Ida Rsi Madura

I Putu Mardika • Rabu, 12 Juni 2024 | 21:47 WIB

Pura Luhur Pucak Sangkur yang merupakan pura kahyangan jagat di DesanAdat Kenbang Merta Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali
Pura Luhur Pucak Sangkur yang merupakan pura kahyangan jagat di DesanAdat Kenbang Merta Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali
BALIEXPRESS.ID-Pura Luhur Pucak Sangkur merupakan salah satu pura Kahyangan jagat yang terletak di kawasan wisata Bedugul, tepatnya di Desa Adat Kembang Merta, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Pura ini kerap menjadi rujukan bagi umat Hindu Bali untuk memohon tirta yang digunakan dalam berbagai ritual.

Pura ini tepatnya berada di sisi utara Danau Beratan. Waktu tempuh dari Denpasar menuju lokasi ini sekitar 1,5 jam perjalanan.

Akses masuk ke kawasan ini hanya bisa dengan kendaraan sepeda motor dan roda empat, Sedangkan untuk bus belum memungkinkan masuk.

Mendekati area pura, pemedek akan melihat indahnya hamparan Danau Beratan dari ketinggian dan suasana Hutan Bukit Sangkur yang begitu asri. Udara yang sejuk dan suasana yang hening menambah vibrasi spiritual.

Pemedek yang hendak nangkil harus rela berjalan kaki dari areal parkir menuju pura, sebab harus melewati anak tangga menuju Pura Puncak Sangkur. 

Baca Juga: Perhatikan!!Ini Busana Sembahyang yang Benar saat Masuk ke Pura, Rambut Jangan Terurai

Sepanjang perjalanan pemedek akan disuguhkan pemadangan hutan tropis yang masih asri. Tak jarang pemedek senang mengabadikan foto foto dengan pemandangan yang indah.

Pura ini merupakan Pura Kahyangan Jagat. Dulu dijadikan sebagai tempat Pertapaan Rsi Segening. Di pura ini juga merupakan tempat pemujaan Ida Bhatara Hyang Pasupati atau Dewa Siwa.

Pemangku Pura Pucak Sangkur, Jero Mangku Wayan Artana mengatakan dinamakan Pura Pucak Sangkur karena lokasi pura ini berada di atas bukit tetapi di depannya justru buntu. Sehingga disebut Puncak Sangkur.

Keberadaan Pura Luhur Pucak Sangkur erat dengan cerita yang didengarnya secara turun temurun dari pendahulunya yakni sosok suci Bernama Ida Rsi Madura dari Jawa.

Selain dari tutur yang berkembang,juga dituliskan dalam Lontar Purana Pura Puja Rsi.

Dalam Lontar Purana Pura Puja Rsi, diceritakan di jaman dahulu ada orang suci Bernama Ida Sang Rsi Madura, dari Gunung Raung jawa Timur.

Sang Rsi juga disebut Acarya Kering. Ida Sang Rsi Madura sering bolak balik Jawa Bali

Suatu hari dalam yoga semadhinya, Sang Rsi mendapatkan suara niskala yang menugaskan agar sang Rsi menuju Danau Beratan.

Sang Rsi mau mengikuti suara gaib itu. Sang Rsi diiringi oleh pembantunya Bernama I Patiga. Sesampainya di Bali, Sang Rsi menuju Pucak Bukit Sangkur.

Di puncak Bukit itulah Ida Sang Rsi Madura membangun Pura dengan nama Parahyangan Puncak Rsi, sebagai pemujaan Ida Bhatara Hyang Siwa Pasupati. 

Baca Juga: Jangan Takut!! Melihat Kera Putih di Pura Goa Selonding itu Keberuntungan, Begini Maknanya

Selanjutnya Ida Sang Rsi Madura melanjutkan perjalanan menuju Pura Pucak Teratai Bang, Bukit Watusesa sampai ke Bukit Asah.

Pada suatu ketika, I Ratu Mas Meketel di Nusa Penida saat ngeraja swala mendatangkan Pandita dari Majalangu, untuk memimpin upacara itu.

Pandita ini bernama Ida Rsi Segening. Beliau dan pemukimnya datang ke Bali dan bermukim di Munduk Guling, Klungkung

Di tempat ini, beliau mendapat fitnah dan dikatakan akan merebut kekuasaan raja di Lingarsapura, Sang Rsi bahkan nyaris dihukum mati.

Demi menghindari hukuman itu, Ida Rsi Segening pindah ke Bukit Asah, dan di bukit inilah Ida Rsi mencapai moksa.

“Beliau akhirnya meninggalkan Gelgel dan menuju ke Bukit Asah, disana beliau tinggal dan melakukan semedi. Saat bersemedi, beliau melihat sinar, nah itulah cikal bakal dari Pura Luhur Pucak Sangkur,” jelasnya.

Dijelaskan Mangku Wayan Artana, di pura ini dipuja Ida Hyang Pasupati. Ada sejumlah tata persembahyangan yang perlu diketahui pemedek. Persembahyangan pertama, kita akan menuju Parahyangan Siwa Budha.

Baca Juga: Sakral!!Di Pura ini Sering Terdengar Suara Gamelan Selonding Secara Gaib

Pura ini sebagai Stana dari Dewa Siwa dan Budha. Suasana di sekitar pura sungguh indah dan sejuk

Setelah selesai melaksanakan persembahyangan di Pura Siwa Budha, maka perjalanan dilanjutkan ke Pura Pucak Sangkur.

Untuk menuju ke Pura Luhur Pucak Sangkur, harus melewati ratusan anak tangga sepanjang 400 meter. Setibanya di lokasi, aura magis sangat kental dibalut hutan lindung. "Pemedek bisa melakukan persembahyangan dan meditasi di tempat ini," singkatnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #hindu bali #hindu #pura