Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ajaib! Tirta ini Muncul dari Pohon Buhu Berusia Ratusan Tahun di Nusa Ceningan, Begini Kisahnya

I Putu Mardika • Rabu, 19 Juni 2024 | 01:06 WIB

 

 

Tirta yang muncul dari batang Pohon Buhu berusia ratusan tahun di Pura Tirta Buhu, Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung yang berkhasiat
Tirta yang muncul dari batang Pohon Buhu berusia ratusan tahun di Pura Tirta Buhu, Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung yang berkhasiat
BALIEXPRESS.ID-Nusa Ceningan tidak hanya menawarkan keindahan Pantai dan berbagai spot sunset poin. Namun, ada sejumlah pura yang layak dikunjungi sebagai perjalanan wisata spiritual. Bahkan, pura ini bisa dijadikan sebagai tempat melukat, memohon keturunan dan pengobatan.

Salah satu pura yang bisa ditemukan dari sekian banyaknya pura di kawasan Nusa Ceningan adalah Pura Tirta Dalem Buhu.

Jika dari Pulau Bali, pemedek bisa mengaksesnya melalui Pelabuhan Sanur Denpasar maupun dari Kusamba Klungkung.

Pemedek harus rela berjalan kaki dari areal parkir untuk mengakses pura ini. Meski demikian, rasa Lelah akan dibayar dengan keindahan panorama Pantai yang bisa dilihat dari Pura Tirta Dalem Buhu ini.

Angin laut yang datang sepoi-sepoi begitu membuat suasana sejuk dan hening, karena pura ini jauh dari pemukiman.

Sehingga persembahyangan bisa dilakukan dengan sangat kusyuk.

Pura Tirta Dalem Buhu, terletak di pinggir tebing, Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Penamaan Pura Buhu bukan tanpa alasan. Karena di areal pura ditemukan mata air di pangkal Pohon Buhu yang diyakini sudah berusia ratusan tahun.

Uniknya, pohon Buhu ini mengeluarkan air ajaib dari lubang yang terdapat di bagian bawah batang pohon.

Mata air inilah sangat disakralkan, baik digunakan sebagai tirta, hingga penglukatan.

Saking sakralnya, air suci yang muncul dari batang Pohon Buhu ini diyakini sebagai tirta gangga seperti yang disebutkan dalam Babad Dalem Nusa.

Dalam Babad Nusa, untuk menjaga kesucian dan kekeramatan Pulau Nusa Cenik atau Nusa Ceningan sesuai bhisama Dukuh Jumpungan, maka Pulau Nusa Cenik dijaga oleh Pratisentana Ida Dukuh Dalem Jumpungan.

Pura Buhu merupakan pura yang terketak di sisi selatan Nusa Ceningan merupakan stana Ida Bhtara Lingsir sebagai Penjaga Tirta Gangga di Bongkol Pohon Buhu.

Ada sejumlah pelinggih di pura ini. Dewa-Dewi yang berstana di pura ini adalah Ida Bhatraa Dewi Saraswati, Ida Naga Basuki.

Pemangku Pura Tirta Dalem Buhu, Jero Mangku Wayan Gede menjelaskan pura ini memang sudah dikenal di berbagai pelosok Bali hingga Nusantara.

Umat Hindu yang nangkil ke pura ini memang rata-rata untuk melakukan perjalanan spiritual di kawasan Nusa Ceningan sembari berwisata spiritual.

Tidak hanya itu, banyak yang nangkil juga karena mendapat pawisik untuk memohon obat, jodoh hingga keturunan. Banyak pemedek yang sudah membuktikannya.

“Banyak yang nangkil dari berbagai pelosok Bali untuk memohon obat. Ada yang memohon sentana (Keturunan). Karena tirta suci dari Pohon Buhu ini memiliki khasiat,” katanya.

Pria asal Banjar Kawan Nusa Ceningan ini menuturkan jika pura ini memang didirikan atas pawisik.

Masyarakat di disini nyungsung pura ini karena banyak paican (anugerah) yang sudah diturunkan di pura ini.

Dikatakan Mangku Wayan Gede, paican yang sempat muncul di Pura Tirta Dalem Buhu diantaranya Sekar Metumpang Solas atau Bunga Bermahkota Sebelas, minyak berkhasiat, manik-manik, Kalung Basuki, gelang mas, keris emas, tualen mas. Keseluruhan merupakan anugerah yang muncul di Pura ini.

“Banyak pican ida yang diyakini memiliki khasiat,” kata pria yang sudah ngayah di pura ini hampir sudah 30 tahun.

Pemedek yang nangkil bisa membawa berbagai sarana bebantenan untuk persembahan. Selain itu, pemedek bisa membawa bungkak nyuh gading untuk proses penglukatan.

Sebab, sebelum sembahyang, pemedek bisa melukat di Pura Tirta Dalem Buhu yang dipandu oleh pemangku.

Proses melukat disiram dari kepala pemedek hingga bagian tubuh. Maka dari itu, pemedek wajib membawa pakaian ganti.

Usai melaksanakan penglukatan, pemedek bisa langsung melakukan persembahyangan dengan dipimpin oleh pemangku.

Dikatakan Mangku Wayan Gede, pujawali di Pura Tirta Dalem Buhu dilaksanakan bertepatan dengan Buda Kliwon Sinta atau Hari Raya Pagerwesi.

Pemedek yang nangkil kesini bisasanya tidak hanya mendapat bija usai nunas tirta. Tetapi juga bisa ditunaskan adeng (bubuk arang yang sudah menyerupai lumpur) yang dioleskan di kening.

“Adeng ini sebagai paican Ida bagi pemedek yang nangkil, dengan harapan tetap diberikan perlindungan, keselamatan dan rejeki yang lancar,” tutupnya. (dik)

 

 

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #pengobatan #Buhu #keturunan #nusa ceningan #hindu bali #Pura Tirta Dalem Buhu #hindu #pura #klungkung #nusa penida #Tirta