Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berada di Bawah Tebing, Pura Batu Banglas ini Berisi Goa yang Tembus di Batu Melawang di Nusa Ceningan

I Putu Mardika • Rabu, 19 Juni 2024 | 23:46 WIB

Pura Batu Banglas di Nusa Ceningan, Desa Adat Lembongan, Kecamatan Klungkung, Bali
Pura Batu Banglas di Nusa Ceningan, Desa Adat Lembongan, Kecamatan Klungkung, Bali
BALIEXPRESS.ID-Pantai yang eksotis, sunset yang indah dan sederet villa mewah berkelas adalah sedikit kisah glamornya pariwisata di Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Di balik indahnya cerita para wisatawan yang berkunjung berburu keindahan alam, sisi spiritual Nusa Ceningan juga layak untuk dikupas tuntas.

Di Nusa Ceningan terdapat sejumlah pura yang diwariskan oleh para pendahulunya. Pura di ujung timur terdapat Pura Goa Raja atau Pura Batu Banglas.

Sebelah utara terdapat Pura Bakung, kemudian di areal sisi selatan terdapat Pura Tirta Dalem Buhu, di sebelah Barat terdapat pura Batu Melawang, dan di tengah Pura Triadi Sakti.

Sederet pura yang ada di Nusa Ceningan ini memiliki keterkaitan yang juga erat dengan kisah Babad Nusa, khususnya Dalem Jumpungan.

Salah satu dari sekian pura yang memiliki peranan penting dalam kehidupan ritual masyarakat Nusa Ceningan adalah Pura Goa Raja atau Pura Batu Banglas. Pura ini terletak di Desa Adat Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Posisinya berada di bawah tebing yang curam dan berbentuk goa. Sedangkan di depannya adalah pemandangan laut yang menjadi pemisah antara Pulau Nusa Penida dengan Nusa Ceningan.

Umat Hindu butuh perjuangan jika ingin nangkil ke Pura Batu Banglas ini. Pemedek harus rela menelusuri jalan setapak berdebu menuju areal pura.

Baca Juga: Ajaib! Tirta ini Muncul dari Pohon Buhu Berusia Ratusan Tahun di Nusa Ceningan, Begini Kisahnya

Kondisi jalan yang menanjak dan berbatu harus ekstra hati-hati. Bahkan, hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua saja.

Setelah melewati jalanan yang berbatu, rasa lelah akan terbayar karena disuguhkan pemandangan hamparan lautan biru yang luas. Pulau Nusa Penida juga begitu jelas terlihat dari areal ini.

Pemedek juga harus menuruni anak tangga yang cukup terjal dan ekstrim. Jaraknya hingga 300 meter untuk menjangkau kawasan utama pura.

Karena posisi agak terjal, maka wajib berhati-hati demi keselamatan. 

Begitu sampai di areal pura, pemedek dibuat takjub dengan Pura Batu Banglas. Meski demikian, harus tetap fokus menuruni anak tangga yang sangat terjal.

Pura ini berada di bawah tebing, dan menghadap ke lautan. Uniknya, tebing goa berlubang di bagian atas pura, sehingga sinar matahari begitu leluasa masuk.

Selain itu, di areal pura juga terdapat goa yang bisa tembus ke pura Batu Melawang.

Baca Juga: Bambu Merambat di Pura Luhur Pucak Sari sebagai Penyengker Niskala, jangan Sembarangan Main Petik, Bisa Fatal Akibatnya

Jero Mangku Goa Raja atau Batu Banglas, Jero Mangku Alit menjelaskan, jika dirinya sudah ngayah selama 30 tahun di pura ini. Ia tahu persis bagaimana perkembangan Pura Batu Banglas dari tahun ke tahun.

Dikatakan Mangku Alit, awalnya, pura ini disebut sebagai Pura Ulun Danu. Kemudian tahun 1997, krama menstanakan Pelinggih Surya dan tedung. “Hanya itu saja dulu, belum ada pelinggih lain,” katanya.

Proses Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan Pelinggih Ratu Gede Mecaling Dalem Nusa, ada juga Arca yang merupakan stana dari Sang Hyang Baruna, Pelinggih Gedong Betel sebagai Nyatur Bhuwana yang memiliki pintu empat.

“Gedong Betel ini sebagai pertemuan antara Akasa dengan Pertiwi. Di atas pura ini tebingnya berlubang, dan sinar matahari masuk. Kemudian ada lubang goa tembus metunggalan dengan Batu Melawang dan Goa Raja. Jadi seperti vertikal dan horizontal,” jelasnya.

Menurutnya, lubang goa yang menghubungkan dengan Pura Batu Melawang dibuktikan dengan kisah nyata.

Goa di Pura Batu Banglas yang menghubungkan dengan Pura Batu Melawang
Goa di Pura Batu Banglas yang menghubungkan dengan Pura Batu Melawang

Dulu saat menggelar ritual, ayam yang akan digunakan sebagai sarana sempat lepas dan masuk ke goa.

Kemudian tanpa sengaja, ayam tersebut menelusuri sepanjang goa dan tembus ke Pura Batu Melawang.

Sampai saat inilah diyakini jika pura ini memiliki hubungan dengan Pura Batu Melawang.

“Sejarah inilah yang diyakini dari turun temurun, kalau goa itu tembus dan diyakini sebagai stana dari Dewa Siwa dan Dewi Uma,” imbuhnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #goa #Pura Batu Banglas #nusa ceningan #hindu bali #hindu #pura #goa raja #klungkung #nusa penida