Pura Batu Banglas memiliki keterkaitan dengan cerita yang terdapat dalam Babad Nusa khususnya Dalem Jumpungan yang diyakini sebagai titisan Ida Bhatara Siwa.
Demikian juga dengan permaisurinya Ni Puri sebagai titisan Dewi Uma atau Dewi Parwati distanakan di Pura Giri Putri, Pura Tunjuk Pusuh, Pura Batu Medawu, Pura Batu Melawang, dan Pura Goa Betel.
Pemangku Pura Batu Banglas, Jro Mangku Alit menceritakan, keberadaan Pelinggih Gedong Betel yang mepintu pat (berpintu empat) ditandai dengan adanya tirta macam pat.
Diantaranya Tirta Penglukatan, Tirta Sudamala, Tirta Kamandal dan Pemutus.
Kemudian dewa-dewi yang bertsana di Pura Batu Banglas meparab Ida Ratu Niang Sakti, Ida Ratu Ayu.
Dalam Babad Nusa, disebutkan keterkaitan Ida Dukuh Jumpungan sebagai titisan Dewa Siwa dengan Pura Puncak Mundi.
Demikian juga, istri beliau Ni Puri sebagai titisan Dewi Uma atau Parwati distanakan di Pura Goa Giri Putri, Pura Tunjuk Pusuh, Pura Batu Medau di Nusa Penida
Sedangkan Stana Beliau di Nusa Ceningan adalah di Pura Batu Melawang, Pura Goa Betel atau Batu Banglas.
“Pura ini memiliki banyak nama. Seperti Pura Goa Raja, Pura Batu Banglas, Pura Ulun Danu, Pemurtian Ida Bhatara Wisnu. Linggih Ida di luhur Payogan Meparab Ida Bhatara Dukuh Pejumpungan,” ungkapnya.
Di bawahnya, Ida Meraga Istri, meparab Ida Bhatara Ratu Niang Sakti Rambut Gempel. Dikisahkan pura, bahwa Ni Puri penjelmaan dari Dewi Uma atau Sakti dari Dewa Siwa melakukan Yoga Semadi.
Dengan kekuatannya, sehingga mampu membuat goa betel dari arah barat pulau Nusa Cenik dan tembus arah timur pulau Nusa Cenik.
Nusa Cenik adalah Nama lain dari Nusa Ceningan. Dengan melubangi dari mulai dari arah barat, maka di barat pulau Nusa Cenik disebut Batu Melawang.
Kemudian di timur pulau nusa cenik, karena tembusan goa betel ini, maka dari arah timur pulau Nusa Cenik, tepatnya di sekitar goa disebut Batu Banglas.
Goa Betel ini merupakan istana payogan Dewa Siwa dan Dewi Uma yang bergelar Dukuh Jumpungan.
Baca Juga: Ajaib! Tirta ini Muncul dari Pohon Buhu Berusia Ratusan Tahun di Nusa Ceningan, Begini Kisahnya
Masyarakat Nusa Ceningan dalam Babad Nusa diminta untuk menjaga kesucian Goa Betel ini. Bahkan menjadi Bhisama Dukuh Jumpungan.
Sebab, apabila ini dilaksanakan maka Bumi Nusa pasti akan mengalami ketentraman, kemakmuran, dan kedamaian.
Pujawali di pura ini dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kelima. Umat Hindu yang nangkil dari berbagai wilayah di Bali.
“Pemedek yang nangkil ke Pura Batu Banglas ini datang dari berbagai wilayah di Bali, mereka nangkil melakukan perjalanan spiritual sekalian melakukan persembahyangan di pura yang ada di Nusa Ceningan,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika