Pura ini erat dengan kisah perjalanan tokoh I Renggan yang gemar bertapa dan berlayar mengarungi lautan.
Posisi Pura Bakung berada di sebelah utara Pulau Nusa Ceningan. Pura ini juga persis berada tepi Pantai yang berdekatan dengan Hutan Bakau.
Tidak sulit mencari Pura Bakung. Sebab, berada di sebelah timur Jembatan Kuning yang ikonik dari Pulau Nusa Ceningan.
Keberadaan Pura Bakung rupanya sangat erat dengan kisah-kisah tokoh suci yang tertuang dalam babad Nusa.
Kisah inipun menjadi legenda yang kebenarannya diyakini oleh masyarakat setempat. Bahkan, cerita ini diyakini oleh masyarakat Hindu di Bali.
Baca Juga: Mistis! Goa Betel di Pura Batu Banglas Wajib Dijaga Kesuciannya, Stana Dewa Siwa dan Dewi Uma
Dalam Babad Nusa diceritakan jika tokoh suci I Renggan merupakan putra dari raja Nusa I Merja yang distanakan di Pura Bakung.
Perannya dalam kerajaan Nusa juga dikaitkan dengan terpecahnya pulau Nusa Gede (Nusa Penida sekarang) dengan Nusa Cenik (Ceningan sekarang), Nusa Lembongan, dan situs Batu Koleg. Ni Merahim permaisurinya distanakan di Pura Dalem Bungkut
Pemangku Pura Bakung, Jro Made Sugita menjelaskan dalam sejarah Nusa Penida dijelaskan seorang pemuda bernama I Renggan.
Ia gemar melakukan tapa brata yoga semadhi. Ia bertapa di pasraman Puncak Gunung Mundi, Nusa Penida.
Karena tekunnya melakukan tapa brata, maka Ida Dukuh Jumpungan yang telah moksa dan berada di Siwa Loka berkenan mengunjunginya.
I Renggan merupakan cucu kesayangan Ida Dukuh Jumpungan, sehingga beliau mewariskan semua kesaktian dan anugerahnya kepada I Renggan.
Karena mendapat kesaktian dan anugerahnya kepada I Renggan sehingga ia mampu membuat keris, tombak dan senjata lainnya.
Selain I Renggan suka bertapa, ia juga suka berlayar mengarungi lautan. Kemudian ia diberikan perahu yang tercipta dari kekuatan adnyana semedi Ida Dukuh Jumpungan di tahun Caka 60 an.
Beliau ingin mencoba kekuatan, lalu diterjanglah lembongan, menjadilah lautan. Diterjang Nusa Penida, maka belah lah Nusa Penida. Kemudian beliau mencoba Gunung Toh Langkir untuk diterjang.
Namun rencana itu gagal, perahunya dihancurkan oleh Ida Hyang Toh langkir. “Perahu saktinya terpecah belah.
Baca Juga: Ajaib! Tirta ini Muncul dari Pohon Buhu Berusia Ratusan Tahun di Nusa Ceningan, Begini Kisahnya
Layarnya jatuh di tengah Pulau Nusa Cenik dan membagi pulau ini menjadi dua bagian, yaitu Nusa Cenik (Nusa Lembongan) dan Nusa Ceningan,” jelasnya.
Akhirnya perahunya kampih. I Renggan kemudian tinggal menetap di Nusa Cenik tepatnya di Bakung. Disana, ia tekun melakukan tapa brata yoga semedi dan moksa.
“Di tempat moksa inilah berdiri pura Bakung sebagai istana I Renggan yang bergelar Ratu Gede Panglurah,” paparnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika