BALIEXPRESS.ID - Pura Dang Khayangan Jati di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, tidak hanya terkenal dengan pohon jatinya yang mengeluarkan air suci atau Tirta Amertha Manik Jati.
Pura ini juga menjadi tempat populer untuk melukat, ritual pembersihan diri secara spiritual dalam agama Hindu.
Menurut Jro Mangku I Ketut Sadia, seorang pemangku yang telah mengabdi di pura selama 20 tahun, banyak pengunjung yang datang ke pura ini untuk melukat.
"Rata-rata pemedek yang tangkil ke sini biasanya melukat juga," ungkapnya pada 2017 lalu.
Tirta Amertha Manik Jati dipercaya memiliki khasiat untuk obat dan pembersihan diri.
Air suci ini keluar dari batang pohon jati yang ada di pura.
Selain air suci, sarana untuk melukat di pura ini juga cukup unik.
Yakni harus dilengkapi dengan bunga tunjung tiga warna, yaitu merah, kuning, dan biru.
"Untuk sarana selain tirta, dilengkapi juga dengan bunga tunjung tiga warna, merah, kuning dan biru,” ungkap Mangku Sadia.
Menurut Mangku Sadia, bunga tunjung wajib dibawa oleh pemedek yang ingin melukat pada hari-hari biasa, selain hari Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon.
Dia menjelaskan, sesuai petunjuk Ida Pedanda dari Griya Ketugtug, Jembrana, kegiatan melukat dilakukan di luar pura, yaitu di nista mandala sebelah timur untuk menghindari cuntaka.
Diketahui, cuntaka merupakan suatu keadaan tidak suci menurut pandangan agama Hindu.
“Selain purnama, tilem dan kajeng kliwon pemedek diharapkan bawa sendiri bunga tunjungnya, karena kami tidak menyiapkan sarana bunga tunjung di luar hari tersebut,” jelasnya. ***
Editor : Y. Raharyo