Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sensasi Melukat di Tengah Hutan Teluk Terima, Banyak Pemedek memohon Jodoh hingga Keturunan

I Putu Mardika • Sabtu, 22 Juni 2024 | 23:06 WIB

Tempat melukat di Pura Teluk Terima, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng
Tempat melukat di Pura Teluk Terima, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng
BALIEXPRESS.ID-Kawasan Buleleng barat memang seolah tidak ada habisnya untuk dieksplor perjalanan wisata spiritual. Sejumlah pura kahyangan jagat di kawasan ini lengkap dengan tempat untuk melukat.

Salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Pura Teluk Terima, yang keberadaannya di Hutan Teluk Terima, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Pura ini juga erat dengan kisah Nyoman Jayaprana dan Ni Layonsari yang begitu abadi.

Pura ini jaraknya sekitar 67 kilometer sebelah barat dari Kota Singaraja.

Pura yang pujawalinya bertepatan dengan Anggara Kasih Wuku Kulantir ini memang selalu ramai dikunjungi umat Hindu dari berbagai penjuru Bali.

Bahkan, tidak hanya datang dari Bali saja. Tetapi juga dari Jawa hingga Lombok.

Untuk menjangkau pura ini memang butuh perjuangan. Sebab, pemedek harus berjalan kaki menaiki anak tangga yang jumlahnya ribuan.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! Melukat di Sumur Petak Pura Pebean Pulaki, Air terasa tawar meski di tepi pantai, Berkhasiat untuk Pengobatan

Namun, rasa lelah akan hilang jika sudah berada di atas bukit.

Sebab menyuguhkan pemandangan hamparan laut di Teluk Terima begitu indah semilir angin yang berhembus antara pohon-pohon tropis membuat tubuh terasa segar, setelah berjalan ratusan meter dari jalan raya.

Ada dua areal pura kawasan suci di Pura Teluk Terima ini.

Yakni di kawasan Pura Taman Beji yang posisinya berdekatan dengan makam Nyoman Jayaprana dan kawasan di puncak yang terdapat pelinggih berupa patung Jayaprana dan Layonsari.

Khusus untuk di kawasan Pura Taman Beji terdapat sejumlah pelinggih.

Areal ini berjarak sekitar  500 meter dari kawasan Pura Puncak.

Krama yang hendak nangkil harus rela berjalan kaki di tengah hutan Teluk Terima dengan menuruni ratusan anak tangga.

Di sepanjang jalan pemedek akan melihat kawanan kera yang kerap berebut makanan dari sisa sesajen.

Pun suara kicuan beragam jenis burung di hutaakan menemani sepanjang perjalanan wisata spiritual.

Baca Juga: Keunikan Melukat di Pura Jati Jembrana, Air Suci Keluar dari Pohon Jati, Wajib Dilengkapi Bunga Tunjung Tiga Warna

Dijelaskan Jero Mangku Putu Yasa, 48 kawasan Pura Taman Beji memang dijadikan tempat untuk melukat oleh para pemedek. 

Di kawasan ini terdapat sejumlah pelinggih. Seperti Pelinggih Dewa Ayu Taman, Pelinggih Kakiang Lingsir serta kuburan Jayaprana.

“Konon menurut cerita para pendahulu yang tiang terima, di areal (Pura Taman Beji, Red) beliau (Nyoman Jayaprana, Red) dibunuh dan dikubur di sini,” ungkapnya.

Lanjut Mangku Yasa, selama ini pemedek yang nangkil ke Pura Taman Beji bertujuan untuk melukat.

Sebab, di areal pura Taman Beji memang disiapkan tempat melukat.

“Ada yang datang untuk penyucian diri, memohon kesembuhan bahkan ada yang memohon keturunan.” imbuhnya.

Ia menyebut, tidak jarang pula pemedek yang berprofesi sebagai petani nangkil untuk nunas rabuk (pupuk, Red) di areal pura taman beji.

Sebab, di areal pura ini terdapat aliran sungai yang telah mengering. Sehingga, pemedek bisa nunas tanah tersebut untuk selanjutnya dipasupati.

Masyarakat yang mau nunas lemekan atau pupuk diminta untuk mepiuning, selanjutnya langsung mengambil pasir yang berada di areal pura, selanjutnya dipasupati oleh jero mangku.

Baca Juga: Tempat Melukat Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit Non Medis dan Mohon Kelancaran Usaha

"Setelah itu bisa dibawa pulang untuk ditaburkan di areal perkebunan atau pertanian degan harapan tanaman tumbuh subur dan panen berlimpah,” ujarnya.

Sedangkan, untuk pura yang berada di puncak, di sana terdapat dua buah patung Jayaprana dan Layon Sari sebagai pelinggih utama.

Pelinggih tersebut berada di dalam sebuah bangunan.

Sehingga pemedek yang nangkil melakukan persembahyangan di dalam bangunan tersebut.

“Memang sebagian besar pemedek yang nangkil ke pura Jayaprana dan Layonsari permintaannya banyak terkabulkan. Sehingga kerap pemedek kembali nangkil untuk ngaturang sesangi atau saud atur,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #jodoh #layonsari #keturunan #kahyangan jagat #hindu bali #gerokgak #Teluk Terima #jayaprana #hindu #pura #buleleng