Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berada di Tepi Pantai, Pura Dalem Tengkulung berawal dari Kisah Sengkuluk yang Terbang

I Putu Mardika • Selasa, 25 Juni 2024 | 04:38 WIB

Pura Dalem Tengkulung Desa Adat Tengkulung, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang erat dengan kisah perjalanan Dang Hyang Nirartha
Pura Dalem Tengkulung Desa Adat Tengkulung, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang erat dengan kisah perjalanan Dang Hyang Nirartha
BALIEXPRESS.ID-Pura Dalem Tengkulung berlokasi di Desa Adat Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Berdasarkan cerita rakyat setempat, pura ini berkaitan erat dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra.

Banyak umat yang memohon taksu pragina, pengobatan, hingga jabatan di pura ini.

Tak sulit mencari Pura Dalem Tengkulung. Lokasinya berada di pinggir Jalan Pratama. Pura ini berada dekat dengan Pantai Tanjung Benoa.

Suasana di areal pura begitu rimbun dengan pepohonan yang sudah berusia puluhan tahun. Kondisi yang tenang membuat nyaman melaksanakan persembahyangan.

Pura Dalem Tengkulung menjadi salah satu Pura Dang Kahyangan.

Pasalnya pura ini juga merekam perjalanan Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) dalam menjalankan misi menata kehidupan umat Hindu di Bali.

Pura Dalem tengkulung diempon oleh pemaksan yang ada di sekitar Pura, dari Tengkulung, Bualu dan Tanjung Benoa.

Baca Juga: Dewi Melanting dijaga Ribuan Wong Samar, Pura Melanting Ramai saat Buda Wage Klawu

Secara Wewidangan, pengemponnya adalah desa Adat Tengkulung.

Bendesa Adat Tengkulung, I Gede Eka Surawan mengatakan, keberadaan pura Dalem Tengkulung secara turun temurun erat dengan cerita rakyat yang sudah beredar dari generasi ke generasi.

“Sejarah pura tentunya dari cerita rakyat, dari cerita para tetua bahwa pura ini berdiri berdasarkan cerita dari pada Jaman Kerajaan, jaman puri yang dimaksud adalah Puri Gelogor,” jelasnya.

Diceritakan Beliau memiliki wewidangan dan memiliki tegalan.

Sebelum adanya pura dikisahkan bahwa beliau sedang bersih-bersih di hutan. Karena areal ini dulu adalah hutan yang banyak tumbuhan terutama pohon camplung

“Saat itu beliau menggunakan topi seperti nelayan, atau sengkuluk di kepala. Nah karena ada angin, topi ini terbang, kemudian sengkuluk (penutup kepala) melekat di pohon. Dan topinya terbang,” ungkapnya.

Di sanalah asal mula tengkulung dari sengkuluk. Kemudian hari berubah menjadi tengkulung.

“Dalam cerita tetua kami, saat topi jatuh ketika dibuka topinya ada ular yang bisa mengeluarkan api. Disanalah beliau bertitah, bahwa tempat ini harus dibuatkan tempat suci atau pura,” paparnya.

Baca Juga: Anak Belum Bisa Bicara, Coba Nangkil ke Pura Goa Gong Jimbaran, Sudah Banyak Terbukti

Meski demikian, cerita dari para tetuanya itu bersifat cerita rakyat. Namun, ia tidak menyangkal bahwa catatan secara tertulis belum ada berupa purana. Ia mengaku sebagai generasi muda sifatnya hanya mewarisi.

Pura Tengkulung ada kaitannya dengan pura lainnya, seperti Pura Gunung Payung.

Versi dari babad, lontar ada yang mengkaji bahwa ada cerita terkait dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha atau dang Hyang Dwijendra

Karena areal pura ini berdekatan dengan pelabuhan Tanjung.

Dalam perjalanan beliau menuju Pura Uluwatu, Dang Hyang Nirartha sempat singgah di Pura Dalem Tengkulung, ada Pura Lamun, Pura Geger, Pura Gunung Payung dan sampai Pura Uluwatu

“Jadi saya kira ada kaitannya, kapan dan tahun berapa, kami belum tahu kepastiannya, karena bisa dikaji oleh tim ahli sejarah. Namun, leluhur kami, pendahulu kami juga sangat meyakini akan hal ini,” sebutnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Dang Hyang Nirartha #Pura Dalem Tengkulung #hindu bali #hindu #pura #dang hyang dwijendra